Lebaran seharusnya jadi momen hangat untuk pulang dan bertemu keluarga. Namun, tidak semua orang merasa nyaman saat harus duduk lama di ruang tamu dan menjawab pertanyaan yang itu-itu lagi. Ada yang disindir soal karier, ditanya kapan menikah, sampai dibanding-bandingkan dengan sepupu. Kalau kamu pernah mengalaminya, kamu tahu rasanya bisa campur aduk antara marah, lelah, dan tertekan.
Istilah toxic family memang terdengar keras, tapi pengalamanmu nyata. Ada ucapan yang meremehkan, candaan yang melukai, atau sikap yang membuatmu merasa tidak pernah cukup. Momen yang harusnya jadi perayaan malah berubah jadi sumber cemas. Supaya kamu tetap bisa menjaga kesehatan mental lebaran nanti, yuk, simak lima cara hadapi keluarga toxic tanpa kehilangan kendali diri.
