Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
bekerja
ilustrasi merayakan Imlek (pexels.com/RDNE Stock project)

Imlek sering terasa lebih dari sekadar pergantian tahun dalam kalender Tionghoa. Ada suasana pulang, berkumpul, dan merayakan kebersamaan yang jarang ditemui di hari biasa. Di tengah kesibukan masing-masing, momen ini jadi alasan banyak keluarga meluangkan waktu untuk benar-benar hadir.

Tradisi yang dijalani saat Imlek juga punya makna emosional yang kuat. Beberapa di antaranya mungkin terlihat sederhana, tapi selalu berhasil menciptakan rasa hangat dan akrab. Dari dapur sampai ruang tamu, semuanya terasa lebih hidup. Inilah lima tradisi Imlek yang sering jadi momen paling dinanti oleh banyak keluarga.

1. Makan malam bersama menjelang Imlek

ilustrasi makan bersama (freepik.com/freepik)

Makan malam keluarga menjelang Imlek hampir selalu jadi agenda utama. Meja makan dipenuhi hidangan khas yang dimasak dengan penuh persiapan dan cerita di baliknya. Suasana dapur biasanya lebih ramai, dengan aroma masakan yang bikin rumah terasa hangat.

Momen ini bukan cuma soal makanan, tapi soal berkumpul tanpa tergesa-gesa. Percakapan mengalir pelan, mulai dari cerita setahun terakhir sampai rencana sederhana ke depan. Di meja makan, jarak antaranggota keluarga terasa mengecil.

Bagi banyak orang, makan malam ini jadi simbol lengkapnya sebuah perayaan. Duduk bersama dan makan dalam suasana tenang sering kali jadi momen yang paling dirindukan.

2. Bersih-bersih rumah sebelum tahun baru

ilustrasi bersih-bersih rumah (pexels.com/Annushka Ahuja)

Tradisi bersih-bersih rumah menjelang Imlek punya makna lebih dari sekadar merapikan ruang. Aktivitas ini sering dianggap sebagai cara membuang energi lama dan menyambut awal yang lebih segar. Meski melelahkan, suasananya biasanya terasa lebih ringan.

Membersihkan rumah sering dilakukan bersama-sama. Ada yang menyapu, mengepel, sampai menata ulang barang-barang kecil. Di sela-sela itu, obrolan ringan dan candaan muncul tanpa direncanakan.

Saat rumah terasa lebih rapi dan bersih, ada kepuasan tersendiri yang ikut dirasakan. Bukan hanya ruang yang tertata, tapi juga perasaan yang ikut lega.

3. Membagikan angpao dengan penuh makna

ilustrasi momen bahagia (pexels.com/Angela Roma)

Angpao selalu jadi tradisi yang ditunggu, terutama oleh anak-anak. Warna merahnya yang cerah identik dengan harapan baik dan keberuntungan. Namun di balik itu, angpao juga membawa pesan perhatian dan doa dari orang yang memberi.

Proses membagikan angpao sering diiringi senyum dan ucapan sederhana. Ada momen canggung yang hangat, terutama saat anggota keluarga yang lebih muda menerima dengan sopan. Semua berlangsung singkat, tapi berkesan.

Bagi yang memberi, angpao jadi bentuk berbagi rezeki dan harapan. Tradisi ini memperkuat rasa keterhubungan antaranggota keluarga lintas usia.

4. Mengunjungi keluarga dan kerabat

ilustrasi Mengunjungi keluarga (freepik.com/ pressfoto)

Imlek identik dengan silaturahmi yang padat. Mengunjungi keluarga dan kerabat jadi cara menjaga hubungan tetap dekat, meski jarang bertemu di hari biasa. Rumah-rumah terasa lebih terbuka dan ramai.

Setiap kunjungan membawa cerita yang berbeda. Ada obrolan ringan, tawa, dan kadang nostalgia yang muncul tanpa disengaja. Waktu terasa berjalan lebih lambat saat kamu duduk dan berbincang.

Meski melelahkan, tradisi ini sering meninggalkan rasa hangat yang bertahan lama. Bertemu langsung mengingatkan bahwa hubungan keluarga tetap penting untuk dirawat.

5. Menikmati suasana rumah yang lebih hidup

ilustrasi merayakan Imlek (pexels.com/RDNE Stock project)

Selama Imlek, suasana rumah biasanya terasa berbeda. Dekorasi bernuansa merah, lampion, dan ornamen khas memberi warna baru pada ruang yang sama. Rumah jadi terasa lebih hidup dan penuh energi.

Perubahan suasana ini sering berdampak pada perasaan. Kamu mungkin merasa lebih tenang atau lebih bersemangat tanpa alasan yang jelas. Lingkungan yang berubah membantu membangun mood yang lebih positif.

Menikmati suasana rumah yang hangat jadi penutup sederhana dari rangkaian tradisi Imlek. Di sanalah rasa kebersamaan benar-benar terasa.

Pada akhirnya, tradisi Imlek selalu punya cara sendiri untuk menghadirkan kehangatan keluarga. Setiap momen, sekecil apa pun, menyimpan makna yang terus dirindukan dari tahun ke tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team