Peran menjadi orangtua itu sangat menantang, apalagi kalau harus menjalani semuanya sendirian. Orangtua tunggal sering menghadapi banyak tekanan mulai dari urusan anak, pekerjaan, dan kebutuhan rumah tangga. Pastinya ini membuat rasa lelah dan stres yang makin menumpuk hingga membuat kualitas waktu bersama anak berkurang. Nah, disinilah peran co-parenting yang menjadi solusi untuk meringankan beban tersebut.
Dengan berbagi tanggung jawab, kedua orangtua tetap hadir dalam kehidupan anak secara seimbang. Anak pun merasakan kasih sayang utuh dari kedua orangtua. Selain itu, co-parenting juga memberi contoh hubungan sehat dan kerjasama yang positif bagi anak. Jangan heran kalau kini banyak yang mulai memilih co-parenting sebagai alternatif pola asuh anak setelah perceraian. Yuk, simak kelima alasan lainnya di bawah ini!
