ilustrasi anak bermain (pexels.com/Chevanon Photography)
Anak-anak yang lahir di keluarga besar akan lebih mahir dalam mengelola stres. Mereka terbiasa menghadapi situasi yang rumit dengan campur tangan banyak pihak, sehingga secara tidak sadar akan mulai beradaptasi dengan ketidakaturan. Ketahanan mental ini akan bermanfaat bagi kehidupan sosial mereka ketika dewasa, nih.
Claudia de Llano, LMFT, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi mengungapkan dalam Very Well Mind, "Lebih banyak anggota keluarga berarti lebih sedikit akses langsung ke orang tua. Tetapi hal itu juga dapat berarti belajar untuk tumbuh dan bekerja dengan anggota keluarga lainnya. Bimbingan orang tua yang berkurang dapat mengajarkan anak-anak tentang kemandirian, kesabaran, kepemimpinan, dan kolaborasi."
Lahir di keluarga besar tidak selamanya menimbulkan kerugian. Nyatanya, anak yang lahir di keluarga besar cenderung memiliki kemampuan sosial yang lebih baik. Namun yang patut digarisbawahi adalah peran orangtua dalam menjaga kualitas keluarga, ya.