Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Ide Aktivitas agar Anak Tetap Sibuk saat Orangtua WFH, Antirewel!
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ketutsubiyanto)

Bekerja dari rumah sambil menemani anak memang sering bikin fokus gampang buyar. Baru mulai meeting atau mengejar deadline, anak biasanya sudah datang minta ditemani bermain, mencari camilan, atau sekadar mengajak ngobrol. Kalau terus dibiarkan tanpa aktivitas, suasana WFH di rumah bisa terasa jauh lebih melelahkan.

Karena itu, orangtua perlu menyiapkan kegiatan yang bisa membuat anak tetap sibuk sekaligus terhibur selama di rumah. Gak harus mahal atau ribet, banyak aktivitas sederhana yang tetap seru dan bisa membantu anak belajar lebih mandiri. Nah, berikut beberapa ide aktivitas yang bisa dicoba agar anak gak cepat bosan saat orangtua sedang WFH.

1. Ajak anak membuat kerajinan sederhana

ilustrasi toddler membuat kerajinan tangan (pexels.com/silverkblack)

Aktivitas seni biasanya cukup ampuh membuat anak fokus dalam waktu lebih lama. Orangtua bisa menyiapkan alat sederhana seperti kertas gambar, cat air, kardus bekas, atau stik es krim untuk dijadikan proyek kreatif di rumah. Selain menyenangkan, kegiatan seperti ini juga membantu melatih kreativitas dan imajinasi anak.

Supaya anak lebih betah, biarkan mereka menentukan sendiri bentuk karya yang ingin dibuat. Misalnya membuat topeng karakter favorit, hewan dari karton telur, atau melukis dengan spons dan daun. Saat anak merasa bebas bereksplorasi, mereka biasanya jadi lebih menikmati proses bermainnya.

2. Siapkan sensory play dari bahan yang ada di rumah

ilustrasi toddler membuat kerajinan tangan (pexels.com/shkrabaanthony)

Sensory play cocok untuk balita maupun anak usia pra-sekolah karena membuat mereka aktif mengeksplorasi berbagai tekstur. Orangtua bisa menggunakan bahan sederhana seperti beras, kacang kering, kapas, atau pasta untuk dijadikan media bermain. Tambahkan sendok, wadah kecil, atau mainan agar aktivitas terasa lebih menarik.

Permainan seperti ini biasanya membuat anak lebih tenang karena mereka sibuk memindahkan, menyusun, dan menyentuh berbagai benda. Selain melatih motorik halus, sensory play juga membantu meningkatkan fokus anak saat bermain sendiri. Menariknya lagi, aktivitas ini bisa dimainkan cukup lama tanpa perlu terlalu sering diarahkan orangtua.

3. Buat permainan pura-pura yang seru

ilustrasi anak bermain boneka tangan (pexels.com/ivansamkov)

Anak-anak umumnya sangat suka bermain peran karena membuat mereka merasa sedang berada di dunia imajinasi sendiri. Orangtua bisa mengajak anak membuat restoran mini, rumah sakit-rumahan, toko mainan, atau bahkan bandara sederhana di rumah. Barang-barang di sekitar rumah pun bisa dimanfaatkan sebagai properti bermain.

Permainan pura-pura membantu anak belajar berkomunikasi sekaligus melatih kreativitas mereka saat menyusun cerita sendiri. Bahkan kardus bekas pun bisa berubah menjadi mobil, kastel, atau pesawat luar angkasa yang menyenangkan. Semakin bebas anak berimajinasi, biasanya mereka akan semakin lama tenggelam dalam permainan.

4. Susun jadwal aktivitas harian bersama anak

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ketutsubiyanto)

Membuat jadwal sederhana bisa membantu anak memahami kapan waktu bermain dan kapan orangtua perlu fokus bekerja. Cobalah membagi aktivitas harian menjadi beberapa sesi, seperti menggambar, membaca buku, bermain bebas, hingga waktu makan siang. Cara ini membantu anak merasa lebih terarah selama di rumah.

Melibatkan anak saat menyusun jadwal juga membuat mereka lebih mudah mengikuti aturan yang sudah dibuat bersama. Selain membuat suasana rumah terasa lebih teratur, rutinitas sederhana seperti ini juga membantu anak belajar disiplin sejak dini. Orangtua pun bisa bekerja dengan lebih tenang tanpa terlalu sering terdistraksi.

“Anak-anak pada dasarnya sangat penasaran. Mereka mudah tenggelam dalam suatu aktivitas, dan tugas orangtua adalah menciptakan kondisi yang mendukung hal itu terjadi,” ujar David Shernoff, PhD, psikolog pendidikan di Rutgers University, dikutip dari Parents.

5. Libatkan anak dalam aktivitas memasak

ilustrasi ibu dan anak memeriksa buah (pexels.com/pavel-danilyuk)

Kegiatan di dapur bisa menjadi cara sederhana untuk membuat anak tetap sibuk sekaligus belajar hal baru. Mulailah dari aktivitas ringan seperti menyusun sate buah, menghias roti, atau mencampur adonan makanan. Selain menyenangkan, kegiatan ini juga membantu melatih koordinasi dan rasa percaya diri anak.

Anak biasanya merasa lebih antusias ketika diberi tugas kecil yang terasa seperti pekerjaan orang dewasa. Orangtua juga bisa mengenalkan warna, bentuk, dan tekstur makanan selama proses memasak berlangsung. Meski tetap perlu pengawasan, aktivitas ini bisa membuat anak fokus cukup lama.

6. Buat permainan fisik sederhana di rumah

ilustrasi anak balita bermain (pexels.com/tatianasyrikova)

Terlalu lama berada di dalam rumah bisa membuat anak cepat bosan dan lebih rewel. Karena itu, aktivitas fisik tetap penting dilakukan agar energi mereka tersalurkan dengan baik. Orangtua bisa membuat lintasan rintangan dari bantal, bermain lempar balon, atau mengadakan dance party kecil di ruang keluarga.

Permainan aktif seperti ini membantu anak bergerak lebih banyak tanpa harus keluar rumah. Selain membuat suasana hati anak lebih stabil, aktivitas fisik juga bisa menjadi selingan menyenangkan di tengah rutinitas WFH. Setelah energinya lebih tersalurkan, anak biasanya akan lebih tenang saat kembali bermain sendiri.

7. Biarkan anak belajar mengatasi rasa bosan

ilustrasi balita bermain menggunakan telephone (pexels.com/olly)

Tidak semua waktu harus diisi dengan hiburan atau aktivitas yang terus diarahkan orangtua. Sesekali, biarkan anak mencari cara sendiri untuk mengatasi rasa bosannya di rumah. Dari situ, anak bisa belajar lebih mandiri dan menemukan permainan yang benar-benar mereka sukai.

Orangtua bisa membantu dengan menyediakan “kotak ide aktivitas” berisi pilihan permainan sederhana yang bisa dipilih anak kapan saja. Cara ini membuat anak terbiasa mengambil keputusan sendiri tanpa selalu bergantung pada orang lain untuk merasa terhibur. Meski terlihat sepele, kemampuan menghibur diri sendiri penting untuk melatih kreativitas anak.

“Setiap kali orangtua terus mencarikan hiburan untuk anak, sebenarnya mereka sedang mengajarkan bahwa rasa senang mereka bergantung pada orang lain,” ujar Fiona Perrella, resilience educator dan pendiri Strength Heroes, dikutip dari The Guardian.

Menemani anak saat WFH memang sering terasa melelahkan, apalagi ketika pekerjaan sedang menumpuk di waktu bersamaan. Namun, dengan aktivitas yang tepat, anak tetap bisa sibuk sekaligus belajar banyak hal baru selama di rumah. Jadi, daripada terus mengandalkan gadget, coba variasikan beberapa aktivitas di atas agar suasana WFH terasa lebih nyaman untuk seluruh anggota keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team