Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Alasan Banyak Orangtua Tidak Setuju dengan Konsep Intimate Wedding
ilustrasi pernikahan (pexels.com/Trung Nguyen)
  • Banyak orangtua menganggap pesta pernikahan kecil tidak menunjukkan keseriusan, karena mereka percaya momen bahagia harus dirayakan besar agar terlihat terbuka dan pantas disebut pernikahan.
  • Orangtua sering ingin mengundang banyak teman dan kolega ke pesta anaknya, sehingga konsep intimate wedding dianggap kurang cocok dengan kebutuhan sosial mereka.
  • Bagi sebagian orangtua, pesta besar menjadi simbol status sosial tinggi, sementara pasangan muda lebih memilih intimate wedding yang hangat dan hemat biaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Anak muda zaman sekarang banyak yang ingin menggelar intimate wedding saat menikah nanti, sehingga uang yang mereka miliki dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga yang lebih penting. Sayangnya, pemikiran seperti ini masih dianggap cukup asing oleh kebanyakan orangtua di Indonesia.

Bagi orangtua, pesta pernikahan harus digelar meriah, melibatkan banyak tamu undangan, dan sebisa mungkin menampilkan kemewahan. Memangnya kenapa sih banyak orangtua tidak setuju dengan konsep intimate wedding yang sebenarnya jelas memudahkan dalam hal interaksi dengan tamu dan tentunya lebih hemat? Coba pahami perspektif mereka lewat artikel ini, yuk!

1. Pesta pernikahan yang kecil dianggap seperti bukan pesta serius

ilustrasi momen resepsi pernikahan (pexels.com/Elvis KAMBIRE)

Mengadakan pesta untuk merayakan pernikahan adalah salah satu bentuk rasa syukur karena seseorang akhirnya bertemu dengan belahan jiwanya. Nah, para pasangan muda sebenarnya lebih menyukai pesta dengan konsep intimate wedding. Sayangnya, para orangtua kerap memiliki pandangan yang berbeda.

Sampai hari ini, masih banyak orangtua yang menganggap bahwa intimate wedding terkesan bukan seperti pesta yang serius karena seolah tidak ingin banyak orang tahu akan momen bahagia tersebut. Mereka masih memegang pola pikir bahwa sebuah momen baru layak disebut sebagai suatu pernikahan bila dirayakan secara besar-besaran. Dengan begini, tidak ada kesan seperti sedang menutupi sesuatu. Setidaknya, itulah yang mereka pikirkan.

2. Orangtua biasanya punya banyak teman dan kolega yang harus diundang

ilustrasi kemeriahan pesta pernikahan (pexels.com/Trung Nguyen)

Pesta pernikahan merupakan perayaan bersatunya hati dua insan yang saling jatuh cinta dan ingin membangun hidup bersama-sama. Namun demikian, bukan berarti pengantin bebas menentukan tamunya sendiri. Pasalnya, momen ini juga menjadi sesuatu yang sangat istimewa bagi orangtua, sehingga mereka ingin menghadirkan teman-teman atau koleganya.

Masalahnya, orangtua biasanya memiliki banyak teman atau kolega. Rasanya hampir tidak mungkin untuk tidak mengundang seluruhnya karena khawatir akan mendapatkan protes. Inilah alasan mengapa pernikahan dengan konsep intimate wedding kerap tidak cocok dengan selera orangtua.

3. Orangtua menjadikan pesta pernikahan besar sebagai tanda status sosial tinggi

ilustrasi pesta pernikahan (pexels.com/Анна Хазова)

Pesta pernikahan dengan konsep intimate wedding mengutamakan kualitas momen. Bagaimana tidak, tamu-tamu yang diundang hanyalah keluarga, kerabat, dan sahabat dekat saja, sehingga mampu menciptakan suasana yang hangat dan membahagiakan. Oleh sebab itu, konsep seperti ini sangat disukai oleh pasangan muda yang kurang cocok berinteraksi dengan orang-orang yang bahkan tidak dikenal baik.

Namun, orangtua punya penilaian tersendiri. Banyak dari mereka ingin diakui status sosialnya yang tinggi. Oleh sebab itu, bila hendak menikahkan putra-putrinya, hampir dapat dipastikan bahwa akan mengundang sebanyak mungkin tamu dan mengadakan pesta yang sangat meriah. Kalau sudah begini, rasanya bangga karena berhasil menjadi sosok terpandang.

Intimate wedding sebenarnya memberikan kesempatan bagi pengantin dan keluarganya untuk berinteraksi dengan para tamu undangan secara lebih dekat, sehingga menciptakan suasana keakraban yang hangat. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk pesta seperti ini juga lebih kecil, sehingga bisa berhemat. Sayangnya, konsep ini masih cukup asing bagi kebanyakan orangtua yang sudah telanjur familiar dengan pesta pernikahan besar. Bagaimana menurutmu tentang hal ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team