ilustrasi orangtua bermain bersama anak (pexels.com/keiraburton)
Menjadi orangtua "cukup baik" bukan berarti santai tanpa arah, tapi lebih ke kemampuan untuk tetap hadir dan responsif tanpa harus sempurna setiap saat. Berikut beberapa ciri yang biasanya terlihat dalam pola pengasuhan ini:
1. Tidak menuntut kesempurnaan dari diri sendiri
Good enough parent sadar bahwa kesalahan adalah bagian normal dari proses menjadi orangtua. Mereka tidak terlalu keras pada diri sendiri ketika melakukan kekeliruan. Yang lebih penting, mereka mau mengakui dan memperbaiki kesalahan tersebut.
“Tidak ada titik akhir di mana kita akhirnya benar-benar cukup baik dalam menjadi orangtua. Kita hanya sedang belajar menjadi manusia bersama anak-anak kita,” jelas Jasmine M. Pulido.
2. Hadir secara emosional untuk anak
Mereka tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara emosional. Anak merasa didengar, dipahami, dan divalidasi perasaannya. Meski tidak selalu bisa memenuhi semua keinginan, anak tetap merasa terhubung.
3. Memberi ruang untuk anak belajar mandiri
Orangtua tidak selalu turun tangan dalam setiap masalah anak. Mereka membiarkan anak mencoba, gagal, lalu belajar dari pengalaman tersebut. Tujuannya agar anak punya kemampuan menghadapi kehidupan secara lebih mandiri.
4. Menyeimbangkan bantuan dan kemandirian
Good enough parent tahu kapan harus membantu dan kapan harus mundur. Mereka tidak over-protective, tapi juga tidak lepas tangan. Keseimbangan ini membantu anak tumbuh lebih percaya diri.
5. Fokus pada hubungan, bukan penilaian orang lain
Mereka tidak menjadikan parenting sebagai ajang pembuktian diri. Yang utama adalah hubungan yang sehat antara orangtua dan anak. Bukan sekadar terlihat “sempurna” di mata lingkungan.
6. Mau memperbaiki hubungan setelah konflik
Saat terjadi kesalahan atau pertengkaran, mereka tidak menghindar. Justru mereka berusaha memperbaiki keadaan lewat komunikasi. Ini mengajarkan anak bahwa hubungan bisa diperbaiki, bukan ditinggalkan.