Bagi banyak orang, keluarga adalah segalanya. Dari kecil kita diajari kalau keluarga itu harus saling bantu, saling topang, dan tidak boleh pelit. Namun, di dunia nyata, urusan keuangan sering jadi area abu-abu. Niatnya berbuat baik, eh malah bikin kita sendiri megap-megap. Di sinilah pentingnya bicara soal batasan finansial dengan orang tua dan saudara, meskipun topiknya terasa sensitif dan sering memicu rasa tidak nyaman.
Menetapkan batasan finansial bukan berarti kita jadi anak durhaka atau saudara yang egois. Justru sebaliknya, ini soal menjaga hubungan tetap sehat dalam jangka panjang. Kalau dari awal semuanya serba “iya” tanpa memikirkan kemampuan, lama-lama yang capek bukan hanya dompet, tapi juga mental. Ada rasa terpaksa, ada rasa bersalah, ada juga rasa kesal yang dipendam. Ujung-ujungnya, hubungan yang harusnya hangat malah jadi penuh ganjalan. Padahal, tujuan membantu keluarga itu kan supaya semua merasa lebih ringan, bukan malah menambah beban baru. Supaya hubungan tetap hangat tanpa membuat dompet dan mental jebol, ini beberapa batasan finansial yang penting untuk diterapkan.
