Rumah tangga sering kali dipandang sebagai ruang privat yang paling aman dan nyaman. Namun, pada praktiknya, kehidupan keluarga tidak pernah benar-benar terpisah dari lingkungan sekitar, entah itu keluarga besar, tetangga, teman, maupun masyarakat secara umum. Interaksi ini wajar dan bahkan diperlukan, tetapi tanpa batasan yang jelas, rumah tangga justru bisa kehilangan fungsinya sebagai tempat berlindung secara emosional.
Banyak konflik rumah tangga berawal bukan dari dalam, melainkan dari pengaruh eksternal yang masuk terlalu dalam hingga ke ranah privat. Campur tangan berlebihan, tekanan sosial, hingga tuntutan lingkungan dapat menggerus keharmonisan jika tidak disikapi dengan bijak. Karena itu, membangun batasan sehat antara rumah tangga dan lingkungan bukan berarti menutup diri, melainkan upaya sadar untuk menjaga keseimbangan hidup keluarga. Yuk, kita lihat seperti apa batasan sehat antara rumah tangga dan lingkungan.
