Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Buku Self-Care untuk Ibu yang Merasakan Kelelahan Emosional
ilustrasi membaca buku dengan tenang (pexels.com/Orhan Pergel)
  • Artikel menyoroti pentingnya self-care bagi ibu yang sering kelelahan emosional, menegaskan bahwa merawat diri bukan tindakan egois melainkan kebutuhan agar bisa hadir lebih utuh untuk keluarga.
  • Enam buku direkomendasikan dengan fokus berbeda, mulai dari pemulihan emosional, menemukan kembali identitas diri setelah anak mandiri, hingga menghadapi tantangan sebagai ibu sambung.
  • Pesan utama artikel ini mengajak ibu untuk memberi ruang bagi diri sendiri, memahami batasan pribadi, dan menemukan makna dalam rutinitas sehari-hari demi keseimbangan hidup yang lebih tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjadi orang tua, khususnya ibu, sering kali terasa seperti pekerjaan tanpa jeda. Dari mengurus anak, rumah, hingga berbagai tanggung jawab lain, semuanya berjalan terus tanpa henti. Di tengah kesibukan itu, tidak sedikit ibu yang tanpa sadar menaruh dirinya di urutan terakhir, bahkan lupa bagaimana rasanya benar-benar beristirahat, baik secara fisik maupun emosional.

Padahal, self-care bukanlah sesuatu yang egois. Justru, ketika ibu merasa cukup secara mental dan emosional, ia bisa hadir lebih utuh untuk keluarga. Lewat enam buku self-care ini, kamu akan menemukan berbagai perspektif dan cara sederhana untuk merawat diri sendiri, tanpa harus meninggalkan peran sebagai ibu. Simak rekomendasi bukunya di bawah ini, yuk!

1. Repair with Self-Care – Leslie Forde

cover buku Repair with Self-Care (amazon.com)

Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa kelelahan sebagai orang tua bukan hanya soal fisik, tetapi juga emosional. Perasaan lelah yang menumpuk ini bisa berdampak pada kesehatan mental maupun hubungan dengan orang terdekat.

Melalui pendekatan yang lembut dan reflektif, buku ini membantu ibu mengenali tanda-tanda kelelahan emosional dan bagaimana memulihkannya. Self-care di sini bukan sekadar liburan atau waktu sendiri, tetapi juga tentang memahami kebutuhan diri, menetapkan batasan, dan belajar mengatakan “cukup” tanpa rasa bersalah.

2. Life After Kids – Brooke Stillwell dan Lynne Mouw

cover buku Life After Kids (amazon.com)

Buku ini membahas fase yang sering kali terasa asing bagi banyak orang tua. Ketika anak mulai tumbuh mandiri dan tidak lagi terlalu bergantung. Di fase ini, banyak ibu yang mulai bertanya, “Sekarang aku harus apa?” karena selama ini hidupnya berpusat pada anak.

Dengan gaya yang ringan dan relatable, penulis mengajak pembaca untuk kembali mengenali diri sendiri. Apa yang dulu disukai? Apa yang ingin dicoba? Buku ini membantu ibu menemukan kembali identitasnya, bukan hanya sebagai orang tua, tetapi juga sebagai individu yang punya mimpi dan tujuan pribadi.

3. Keep Your Hand Up – Tasha Faruqui, DO

cover buku Keep Your Hand Up (amazon.com)

Buku ini memberikan semangat bagi orang tua untuk tetap bertahan di tengah tekanan hidup yang tidak selalu mudah. Tasha Faruqui membahas bagaimana menjadi orang tua sering kali diiringi dengan rasa ragu, lelah, bahkan perasaan tidak cukup baik.

Melalui pendekatan yang penuh empati, buku ini mengingatkan bahwa tidak apa-apa untuk merasa kewalahan. Yang penting adalah tetap melangkah, sekecil apa pun itu. Buku ini seperti pengingat sederhana bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik, dan itu sudah cukup berarti.

4. Master the Mundane – Amy Marie Hann

cover buku Master the Mundane (amazon.com)

Rutinitas sehari-hari sebagai ibu kadang terasa monoton dan melelahkan. Hal-hal kecil seperti membereskan rumah, menyiapkan makanan, atau mengurus anak bisa terasa berulang tanpa akhir. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat rutinitas tersebut dari sudut pandang yang berbeda.

Amy Marie Hann menunjukkan bahwa justru dalam hal-hal sederhana itulah kita bisa menemukan makna. Dengan menghadirkan kesadaran dalam aktivitas sehari-hari, rutinitas yang awalnya terasa membosankan bisa berubah menjadi momen yang lebih tenang dan bermakna.

5. Hang In There, Mama! – Ali Flynn

cover buku Hang In There, Mama! (amazon.com)

Buku ini terasa seperti teman curhat bagi para ibu. Ali Flynn menulis dengan jujur tentang tantangan motherhood, mulai dari rasa lelah, tekanan sosial, hingga ekspektasi yang sering kali tidak realistis.

Yang membuat buku ini istimewa adalah pendekatannya yang tidak menghakimi. Tidak ada tuntutan untuk menjadi ibu yang sempurna. Justru, buku ini mengajak pembaca untuk menerima bahwa menjadi ibu adalah proses belajar yang terus berjalan, dan tidak apa-apa jika tidak selalu berjalan mulus.

6. Stepmomming Made Easy – Kristen Skiles

cover buku Stepmomming Made Easy (amazon.com)

Bagi ibu sambung, tantangan yang dihadapi bisa terasa berbeda dan lebih kompleks. Buku ini hadir sebagai panduan untuk membantu memahami dinamika keluarga campuran, yang sering kali penuh dengan emosi dan penyesuaian.

Kristen Skiles memberikan tips praktis tentang bagaimana membangun hubungan yang sehat dengan anak, pasangan, dan diri sendiri. Buku ini membantu pembaca merasa lebih siap menghadapi peran tersebut, sekaligus mengingatkan bahwa proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran.

Menjadi ibu memang penuh tanggung jawab, tapi bukan berarti kamu harus mengabaikan diri sendiri. Justru, dengan merawat diri, kamu bisa menjalani peran ini dengan lebih tenang dan seimbang.

Enam buku ini hadir sebagai pengingat bahwa self-care bukan sesuatu yang mewah, melainkan kebutuhan yang penting. Pelan-pelan, kamu bisa mulai dari memberi waktu untuk diri sendiri, memahami perasaan, atau sekadar menarik napas lebih dalam di tengah hari yang sibuk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team