Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ibu dan anak
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Intinya sih...

  • Membiasakan anak berdiskusi sejak diniMengajak anak berdiskusi sejak dini melatihnya menyusun kalimat, menyampaikan pendapat, dan merasa dihargai.

  • Membaca buku dan mengajak berceritaMembaca buku memperkaya kosakata anak, sementara mengajak bercerita melatihnya menyusun alur cerita dan mengekspresikan ide.

  • Memberikan contoh komunikasi yang baikOrangtua perlu menggunakan bahasa sopan dan penuh empati agar anak meniru cara bicara yang baik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemampuan komunikasi anak memiliki peran sangat penting untuk membentuk kepercayaan diri, keterampilan sosial, hingga kemampuan dalam berpikir kritis. Anak yang terbiasa berkomunikasi dengan baik biasanya akan lebih mudah dalam menyampaikan pendapat, perasaan, hingga memahami orang-orang yang ada di sekitarnya.

Di era modern seperti sekarang, tentunya anak memerlukan keterampilan komunikasi yang bukan hanya sekadar berbicara, namun juga terkait pada cara mendengarkan dan merespon. Oleh sebab itu, simaklah beberapa cara efektif berikut ini yang dapat diterapkan orangtua agar kemampuan komunikasi anak dapat berkembang secara signifikan.

1. Membiasakan anak berdiskusi sejak dini

ilustrasi anak dan ibu (unsplash.com/Sai De Silva)

Mengajak anak berdiskusi sejak dini ternyata dapat melatihnya untuk menyusun kalimat dan menyampaikan pendapat secara lebih jelas. Diskusi ringan terkait aktivitas sehari-hari dapat membantu anak untuk tetap merasa dihargai, serta berani dalam menyampaikan pendapat.

Orangtua sebaiknya dapat memberikan tanggapan secara positif agar anak pun lebih termotivasi untuk terus berbicara. Sikap terbuka ini nantinya akan membantu anak untuk memahami bahwa komunikasi merupakan proses dua arah yang saling menghormati.

2. Membaca buku dan mengajak bercerita

ilustrasi menemani anak belajar (pexels.com/August de Richelieu)

Membaca buku ternyata dapat memperkaya kosakata yang dimiliki anak, serta melatih pemahaman bahasa anak secara lebih bertahap. Setelah membaca, nantinya orangtua bisa mengajak anak untuk menceritakan kembali isi cerita dengan kata-katanya sendiri agar kemampuan berbicaranya pun akan semakin terasa.

Aktivitas yang satu ini dapat melatih anak untuk bisa menyusun alur cerita dan juga mengekspresikan berbagai ide dengan cara yang lebih runtut. Semakin sering dilakukan, maka anak pun akan semakin terbiasa untuk mengomunikasikan pikirannya dengan penuh kepercayaan diri.

3. Memberikan contoh komunikasi yang baik

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Anak selalu meniru cara bicara yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya, khususnya orangtua. Penting bagi orangtua untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan dan penuh dengan empati dalam keseharian.

Keteladanan yang ada ternyata dapat membantu anak untuk memahami bagaimana proses komunikasi dapat dilakukan secara efektif di berbagai situasi. Secara tidak langsung, nantinya anak pun akan lebih bijak dalam memilih kata yang tepat dan mengatur intonasi pada saat berbicara.

4. Melatih anak berinteraksi dengan lingkungan sosial

ilustrasi orangtua dan anak (unsplash.com/Irish83)

Memberikan kesempatan anak untuk berinteraksi dengan baik bisa meningkatkan kemampuan komunikasi yang dimilikinya. Melalui permainan dan aktivitas kelompok, maka anak pun bisa belajar bagaimana menyampaikan keinginan, serta berusaha memahami sudut pandang yang dimiliki orang lain.

Interaksi sosial ini juga turut melatih anak untuk mendengarkan dan merespon dengan cara yang tepat. Pengalaman ini cukup efektif untuk membantu anak dalam mengembangkan keterampilan komunikasi yang seimbang antara cara berbicara dan mendengarkan.

Mengasah kemampuan komunikasi anak memerlukan konsistensi dan peran aktif yang ditunjukkan oleh orangtua. Dengan menerapkan langkah-langkah yang tepat, maka anak pun bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mampu berkomunikasi dengan baik. Nantinya anak siap dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian