Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria berdiri di tengah makan keluarga (pexels.com/askarabayev)
ilustrasi pria berdiri di tengah makan keluarga (pexels.com/askarabayev)

Berkumpul dengan keluarga saat liburan memang menyenangkan, tetapi kadang bisa melelahkan. Percakapan yang terus-menerus, tradisi keluarga yang padat, dan keharusan selalu tampil aktif bisa menguras energi sosial. Tidak ada salahnya mengambil jeda sejenak demi menjaga keseimbangan diri.

Kamu tetap bisa ikut bersenang-senang tanpa harus merasa terjebak sepanjang waktu. Dengan strategi yang tepat, jeda singkat ini justru membuat interaksi bersama keluarga lebih menyenangkan. Berikut beberapa cara cerdas untuk mengambil waktu pribadi tanpa menimbulkan konflik atau drama. Yuk, cek!

1. Jalan-jalan dengan hewan peliharaan atau ambil tugas rumah

ilustrasi keluarga piknik (pexels.com/askarabayev)

Kalau kamu punya hewan peliharaan, manfaatkanlah mereka. Selain mengajak hewan peliharaan keluar, kamu juga bisa menawarkan diri menyelesaikan tugas rumah, ini dapat menjadi alasan yang tepat untuk menyendiri sebentar. Aktivitas ini tetap terlihat bermanfaat bagi keluarga, tetapi memberi kesempatan bagi kamu untuk beristirahat sejenak.

 “Mengajak hewan peliharaan keluar bukan hanya memberi udara segar, tetapi juga kesempatan untuk waktu sendiri tanpa dicurigai,” jelas Erin Olivo, PhD, seorang asisten profesor psikologi di Weill Cornell Medical College, dikutip dari SELF.

Jika rumahmu tidak memiliki hewan peliharaan, pilihlah tugas yang agak merepotkan, seperti mengantar paket atau mengambil laundry. Semakin tidak menyenangkan tugas tersebut, semakin kecil kemungkinan ada yang ingin menemani. Pastikan untuk menegaskan bahwa kamu nyaman melakukannya sendiri agar keluarga tidak ikut campur.

2. Pura-pura sakit kepala atau tidur siang

ilustrasi berkumpul di meja makan (pexels.com/rdne)

Sakit kepala ringan bisa menjadi alasan tepat untuk beristirahat sejenak. Orang-orang biasanya akan menghormati permintaanmu untuk rehat tanpa menimbulkan kepanikan. Jika khawatir ketahuan, pura-pura tidur siang juga efektif, cukup berpura-pura lelah, dan kamu bisa menikmati ketenangan beberapa saat.

“Kamu bisa benar-benar tidur atau tidak, yang penting berpura-pura lelah bisa memberimu satu atau dua jam ketenangan,” kata Dr. Olivo.

Metode ini membantu kamu mengisi ulang energi tanpa menimbulkan drama keluarga. Pastikan tetap tenang dan tidak membuat suara berisik agar tidak dicurigai. Dengan cara ini, kamu bisa kembali dengan energi lebih baik untuk melanjutkan interaksi keluarga.

3. Pura-pura menerima panggilan kerja

ilustrasi bermain handphone (pexels.com/yankrukov)

Mengaku menerima panggilan kerja terdengar profesional dan biasanya tidak dipertanyakan oleh keluarga. Ini memberi kesempatan untuk pergi sebentar tanpa rasa bersalah. Sampaikan situasimu di awal, supaya keluarga tidak merasa kaget ketika kamu pergi sebentar untuk fokus pada pekerjaan.

Kamu bisa ke kamar lain atau ke kedai kopi terdekat. Keluarga biasanya akan menyalahkan atasan atau pekerjaan, bukan kamu, karena mengganggu waktu liburan. Strategi ini efektif untuk memperoleh waktu pribadi tanpa menimbulkan konflik.

4. Pergi ke kamar mandi untuk jeda singkat

ilustrasi mencuci tangan (pexels.com/rdne)

Kamar mandi adalah tempat aman untuk beristirahat sejenak dari percakapan yang melelahkan. Kamu bisa menarik napas dalam, menyiram wajah dengan air dingin, atau sekadar melihat ponsel sebentar. Tidak ada yang akan mempertanyakan kegiatan ini karena merupakan kebutuhan biologis.

Selain itu, kamu tidak perlu banyak alasan untuk pergi. Beberapa menit istirahat cukup untuk memulihkan mood. Cara ini sederhana tetapi efektif untuk mendapatkan waktu pribadi sementara.

5. Ajak anak-anak bermain di taman

ilustrasi anak-anak bermain di lapangan (pexels.com/goumbik)

Jika keluarga memiliki anak kecil, tawarkan diri untuk membawa mereka ke taman. Aktivitas ini memberi alasan sah untuk pergi sebentar sambil tetap bermanfaat bagi keluarga. Monica Johnson, PsyD, pemilik Kind Mind Psychology di New York City, dikutip dari SELF, menyatakan, memberikan waktu bermain bagi anak-anak juga memberikan kesempatan untuk mengisi ulang energi diri sendiri.

Selain itu, energi anak-anak yang ceria dapat membantu menurunkan tingkat stres. Bermain dengan mereka memberi kesegaran emosional sebelum kembali bergabung dengan percakapan keluarga. Strategi ini efektif untuk mengurangi tekanan dari interaksi dewasa yang melelahkan.

6. Pilih aktivitas tanpa bicara, seperti menonton film

ilustrasi bermain game (pexels.com/yankrukov)

Menonton film adalah cara santai untuk mengisi ulang energi tanpa harus terlibat dalam percakapan panjang. Kamu tetap bisa berada bersama keluarga tetapi tidak perlu berpartisipasi dalam diskusi intens. Duduk berdampingan dalam diam dapat memberikan jeda emosional yang menyegarkan.

Jika tidak memungkinkan ke bioskop, menonton film di rumah juga bisa menjadi alternatif. Meski tidak senyaman bioskop, ini tetap memberi jeda dari pesta dan tradisi yang melelahkan. Cara ini sederhana namun cukup efektif untuk mendapatkan ketenangan sejenak.

7. Tetapkan batasan sejak awal

ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/nicolemichalou)

Agar tidak timbul drama, komunikasikan batasanmu sebelum liburan dimulai. Kamu bisa memberi tahu keluarga bahwa akan mengambil waktu pribadi di sela kegiatan.

 “Tidak apa-apa membuat modifikasi wajar pada jadwal agar kamu tetap bisa terlibat sepenuhnya sambil menjaga kesejahteraan diri,” kata Dr. Johnson.

Misalnya, kamu bisa mengatakan, “Aku akan menyempatkan jalan-jalan atau tidur siang tiap sore, jadi jika aku hilang sebentar, jangan khawatir.” Dengan memberi tahu lebih awal, keluarga akan menghormati batasanmu dan kamu tetap dapat menikmati liburan dengan nyaman.

Ingat, ingin punya waktu sendiri bukan berarti kamu tidak menyayangi keluarga. Kadang, jeda singkat justru membuat momen kumpul bersama jadi lebih menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team