Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Cara Mendukung Anak di Sekolah, Biar Semangat Belajarnya Gak Pudar
ilustrasi orang tua membaca buku bersama anak (pexels.com/Ron Lach)

Pendidikan anak menjadi tanggung jawab besar yang harus dipenuhi orang tua. Selain menyediakan biaya, orang tua juga perlu memastikan kalau anak sudah mendapat pendidikan yang layak dan tentunya nyaman dalam belajar.

Tapi kesibukan orang tua di tempat kerja maupun di rumah terkadang mengurangi interaksi dengan anak sehingga anak terkadang merasa kurang diperhatikan. Padahal anak harus terus mendapat perhatian ekstra supaya semangat belajarnya tidak menurun.

Berikut ini enam cara mendukung anak di sekolah yang dapat dilakukan oleh para orang tua. Apa saja? Simak baik-baik demi kebaikan sang buah hati, yuk!

1. Ikut berpartisipasi di kegiatan sekolah

ilustrasi ayah dan anak laki-laki (pexels.com/RODNAE Productions)

Sesibuk apapun di luar, sebagai orang tua kamu tetap memiliki tanggung jawab pada anak. Jangan lupa menyisihkan sebagian waktu untuk menghubungi pihak sekolah supaya tahu setiap jadwal penting yang melibatkan anak. Usahakan juga untuk selalu hadir.

Selain itu, cobalah sering menanyakan kondisinya di sekolah. Jangan segan untuk bertanya apakah ada kendala saat belajar, apakah anak bisa bergaul dan pastikan anak tidak terlibat perundungan. Dengan begitu, anak akan merasa diperhatikan sehingga lebih percaya diri.

2. Bantu anak menyelesaikan tugas

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/sofatutor)

Guru memberi tugas untuk melatih anak supaya bisa menyelesaikan tanggung jawab. Orang tua perlu berperan mendukung guru dengan memastikan kalau anak bisa mengerjakan tugasnya secara mandiri.

Kalau ada yang tidak dipahami atau anak tidak mau mengerjakan, sebaiknya kamu jangan langsung mengambil alih tugasnya supaya cepat selesai, ya. Bantu dulu anak untuk membaca ulang instruksi atau ajarkan untuk bertanya dengan menghubungi guru.

Saat orang tua melatih sikap mandiri, anak akan lebih percaya pada kemampuannya. Ia akan tumbuh dengan sikap berani dan bertanggung jawab pada setiap masalah yang akan terjadi nantinya sehingga orang tua tidak perlu selalu ikut campur lagi.

3. Penuhi kebutuhan anak

ilustrasi orang tua dan anak menyiapkan sarapan (pexels.com/August De Richelieu)

Anak baru bisa belajar saat hadir di kelas dalam kondisi sehat. Orang tua berperan penting dalam mewujudkan hal ini dengan memberi nutrisi terbaik bagi anak. Setiap pagi jangan lupa beri anak sarapan dengan makanan bergizi supaya konsentrasinya terjaga.

Pastikan juga waktu tidur anak cukup dan sebelum tidur sebaiknya siapkan kebutuhan sekolah bersama anak, seperti seragam yang akan dipakai hingga memasukkan tugas dan buku pelajaran ke tas supaya esok harinya bisa berangkat sekolah tepat waktu.

4. Bantu anak belajar bersosialisasi

ilustrasi anak hadir di acara kumpul keluarga (pexels.com/Askar Abayev)

Selain belajar, anak juga akan berinteraksi dengan guru dan teman sebayanya. Bantu anak supaya bisa beradaptasi dan tidak minder selama di kelas dengan mengajarkan cara bersosialisasi sejak dini.

Salah satu cara paling sederhana yang bisa orang tua lakukan adalah membiarkan anak yang menjawab saat ada orang lain yang bertanya tentangnya. Hindari kebiasaan menjadi juru bicara anak. Biarkan mereka merasa dianggap supaya rasa percaya dirinya meningkat.

Selain itu, cobalah untuk selalu mendengarkan setiap hal yang anak bicarakan. Dengan begitu, mereka akan belajar untuk menghargai orang lain dan karakter ini akan melekat pada diri anak saat bergaul dengan orang-orang di sekolah.

5. Latih anak supaya bersikap disiplin

ilustrasi orang tua menasehati anaknya (pexels.com/Gustavo Fring)

Saat bersekolah, anak perlu keterampilan belajar yang baik. Bukan hanya terampil belajar demi nilai rapor yang maksimal, tapi terampil saat mempelajari hal yang sesuai dengan minatnya. Keterampilan ini muncul saat ada kemauan belajar dan mampu bersikap disiplin.

Namun, tidak semua orang tua rela mendisiplinkan anaknya. Ada saja yang membiarkan anak berperilaku sesuka hati karena terlalu sayang, tapi di saat yang sama selalu menuntut guru untuk mendisiplinkan anaknya di sekolah.

Daripada membuat guru makin sulit, lebih baik mulailah mencari cara mendisiplinkan anak dari Internet atau berkonsultasi langsung ke ahlinya. Disiplinkan anak secara perlahan supaya tidak menjadi pribadi yang membangkang dan bisa lebih fokus mengejar minatnya.

6. Tetap dukung anak di berbagai situasi

ilustrasi ibu memberi semangat pada anak (pexels.com/Kindel Media)

Dalam proses belajar, anak perlu gagal dan berhasil supaya belajar arti usaha untuk meraih sesuatu. Namun, saat gagal, jangan mencaci apalagi membandingkan dengan anak lain. Tetaplah berusaha mendukung anak dengan sikap dan perkataan yang baik. 

Meskipun serumah, orang tua belum tentu sepenuhnya tahu apa saja hal yang telah anak lalui selama berusaha meraih tujuannya. Jadilah support system bagi anak supaya bisa kembali bangkit dan tidak larut dalam kesedihan.

Itulah keenam cara mendukung anak di sekolah. Semua orang tua pasti ingin anaknya mendapat pendidikan terbaik. Tapi para orang tua juga harus selalu ingat kalau hal tersebut hanya bisa terwujud jika mampu berperan sebagai pendukung anak di sekolah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team