Ilustrasi anak mengalami stres (Unsplash.com/Gaby Fishman Fosbery)
Ketika orang tua terlibat dalam perselingkuhan, hal itu bisa menyebabkan perubahan dalam perilaku anak. Beberapa anak mungkin menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau ketidakamanan.
Mereka mungkin menjadi lebih sensitif, mudah marah, atau cemas dalam situasi yang sebelumnya tidak membuat mereka merasa seperti itu. Perubahan ini bisa disebabkan oleh perasaan tidak aman akibat perselingkuhan orang tua.
Selain itu, anak juga bisa menunjukkan perubahan dalam pola tidur dan makan. Mereka mungkin mengalami kesulitan tidur atau justru tidur terlalu banyak. Selera makan mereka juga bisa berubah, seperti kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan.
Beberapa anak mungkin menarik diri dari aktivitas sosial atau hobi yang mereka sukai sebelumnya. Mereka mungkin menjadi lebih tertutup atau menjauh dari teman-teman mereka. Hal ini bisa disebabkan oleh perasaan sedih atau kesulitan mempercayai orang lain akibat perselingkuhan.
Perubahan perilaku juga dapat berupa penurunan minat atau motivasi dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Anak mungkin kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya mereka sukai, seperti olahraga, seni, atau aktivitas ekstrakurikuler lainnya.
Ingatlah bahwa perubahan dalam perilaku bukanlah kesalahan anak. Mereka sedang mencoba mengatasi dan beradaptasi dengan situasi yang sulit. Dukungan, pengertian, dan waktu akan membantu anak mengatasi perubahan ini dan pulih kembali.