Pernahkah kamu memperhatikan ada anak remaja yang jalan berjauhan dari orangtuanya di tempat umum? Atau mungkin kamu sendiri pernah mengalami fase tersebut saat masih muda dulu? Fenomena ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada anak-anak yang memasuki usia remaja. Menariknya, perilaku menjaga jarak ini bukan sekadar bentuk pemberontakan semata, melainkan ada faktor-faktor psikologis yang melatarbelakanginya.
Sebagai orangtua, mungkin hal ini terasa menyakitkan. Bayangkan, anak yang dulu selalu menggandeng tangan kemanapun pergi, kini malah memilih jalan beberapa langkah di depan atau di belakang. Meski begitu, daripada langsung merasa sedih atau marah, ada baiknya memahami faktor yang bikin anak jaga jarak saat jalan sama orangtua. Siapa tahu dengan pemahaman yang tepat, hubungan orangtua dan anak malah bisa lebih harmonis!
