Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ibu dan putrinya
ilustrasi ibu dan putrinya (pexels.com/Werner Pfennig)

Intinya sih...

  • Hadiah seperti tas atau sepatu baru untuk sekolah

  • Buku bacaan sebagai hadiah untuk menumbuhkan minat membaca anak

  • Benda yang menunjang hobi anak, seperti raket badminton atau mainan edukatif

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa Ramadan buat orang dewasa saja gak mudah. Apalagi untuk anak-anak yang baru belajar menahan lapar serta haus dari matahari terbit sampai tenggelam. Rasanya luar biasa memayahkan.

Hari masih pagi saja, rasa lapar telah mengganggu. Biasanya di jam sarapan meski tadi anak sudah sahur. Kemudian perut kembali keroncongan pukul 10.00 serta 12.00. Menjelang sore barangkali anak tak lagi merasakan lapar.

Akan tetapi, tubuhnya lemah betul dan hanya mampu rebahan. Dengan usaha sekeras ini, tidak berlebihan kalau orangtua memberikan hadiah pada anak. Beri tahu anak sejak sekarang bahwa akan ada hadiah istimewa jika ia mampu berpuasa penuh selama Ramadan. Apa saja ide hadiah untuk anak yang bisa puasa full?

1. Tas atau sepatu baru buat sekolah

ilustrasi sepatu (pexels.com/Jessie Kiermayr)

Perlengkapan sekolah lain seperti berbagai alat tulis sudah otomatis disediakan olehmu. Mungkin tiap beberapa bulan sekali dirimu belanja buku tulis, pensil, pulpen, dan sebagainya karena cukup cepat habis.

Sepatu dan tas lebih jarang diganti. Selain lantaran keduanya terbilang awet buat waktu lama, harganya juga lumayan. Bertepatan dengan Ramadan, kamu bisa kasih semangat untuk anak berpuasa dengan iming-iming salah satunya. Kalau tahun ini sudah tas, Ramadan tahun depan dapat sepatu.

2. Buku bacaan

ilustrasi anak-anak membaca (pexels.com/cottonbro studio)

Anak-anak beda dengan orang dewasa. Mereka masih punya banyak waktu luang serta rasa ingin tahu yang begitu besar. Bacaan di luar buku pelajaran amat disukai anak-anak. Kalau selama ini dirimu masih jarang membelikannya, jadikan sebagai hadiah.

Begitu bulan puasa usai, tepati janjimu mengajak anak ke toko buku. Biar dia memilih sendiri buku-buku yang ingin dibacanya. Kamu dapat menentukan jumlah buku yang boleh dimasukkan keranjang. Misalnya, 5 atau 10 buku buat stok sekalian supaya terasa lebih membahagiakan bagi anak.

3. Benda yang menunjang hobinya

ilustrasi raket (pexels.com/Lisa A)

Anak yang sudah punya arah ke hobi tertentu perlu difasilitasi. Jangan malah orangtua menganggap hobi tersebut tidak penting. Bertepatan dengan bulan puasa dan tantangan untuk anak berpuasa penuh, yuk kasih hadiah yang relevan dengan aktivitas kegemarannya.

Contoh, anak lagi senang-senangnya menonton pertandingan badminton di televisi. Bahkan ia mencoba bermain dengan anak-anak tetangga. Sayangnya, anak belum punya raket sendiri sehingga mesti meminjamnya. Bila kamu memberinya raket sebagai hadiah kemauannya berpuasa penuh pasti anak senang sekali.

4. Gawai buat memudahkan anak mengerjakan tugas

ilustrasi kelas online (pexels.com/Katerina Holmes)

Anak SD zaman sekarang beda sekali dengan anak SD di masamu dulu. Saat ini banyak sekolah sudah kasih tugas yang pengerjaannya memerlukan laptop atau smartphone. Mungkin juga anak ikut les online.

Selama ini semua keperluan tersebut difasilitasi dengan gawai orangtua. Namun, bila gadgetmu dan pasangan juga sering masih digunakan untuk bekerja berarti anak butuh dibelikan. Jangan ragu menjadikannya hadiah buat anak.

Tinggal pemakaiannya saja yang dibatasi guna mencegah anak kecanduan. Seperti gak boleh pakai password biar orangtua bisa mengecek kapan pun. Juga ketika anak tidak memerlukannya untuk belajar, orangtua yang menyimpannya.

5. Mainan

ilustrasi rumah-rumahan (pexels.com/Mike Bird)

Anak yang masih gemar bermain umumnya berumur di bawah 8 tahun. Dia sudah bersekolah, tetapi beban pelajarannya belum besar. Waktu luangnya masih banyak dan mainan menjadi sangat penting.

Makin dini anak mau latihan puasa penuh tentu makin berat perjuangannya. Hadiah mainan pantas diberikan. Ini bukan pemberian yang sia-sia selama ada sisi edukasinya.

Mainan rumah-rumahan yang bagus seperti di atas, misalnya. Anak dituntut untuk latihan merangkainya dengan pendampingan orangtua. Kemudian imajinasi anak tumbuh karena ia mesti menata rumah, boneka, serta merancang kisah sehari-hari para boneka di rumah tersebut.

6. Liburan ke tempat spesial di luar agenda mudik

ilustrasi di pantai (pexels.com/Nothing Ahead)

Mudik juga spesial karena cuma setahun sekali dan menemui orang-orang tersayang. Akan tetapi, rasa senang saat mudik lebih dirasakan oleh orang dewasa ketimbang anak-anak. Kamu serta pasangan yang sudah merantau lama paham betul pentingnya kembali ke kampung halaman ketika Idulfitri.

Sementara anak gak relate dengan pengalaman merantau. Oleh sebab itu, hadiah berupa jalan-jalan perlu dilakukan di luar momen mudik dan dengan tujuan berbeda. Misal, kalian mudik dari Jakarta ke Sukabumi. Agendakan liburan ke Yogyakarta bukan berikutnya atau kapan pun asal gak terlalu lama dari Lebaran.

7. Sepeda

ilustrasi sepeda (pexels.com/Benedetta Taddei)

Kebanyakan orang dewasa malas kalau diminta naik sepeda. Rasanya terlalu melelahkan dan bikin berkeringat. Namun, hampir semua anak menyukai dan ingin bisa bersepeda. Buat anak, sepeda bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga alat untuk bermain.

Daripada selama ini anak cuma bengong melihat teman-temannya main sepeda keliling kompleks, belikan buat hadiah. Ajak anak membayangkan model serta warna sepeda yang diimpikannya. Sehabis Lebaran kalian bisa langsung pergi ke toko sepeda.

Kadiah hadiah untuk anak yang bisa puasa full, bukan sogokan. Seolah-olah kamu sedang mengajarkan agar anak mau berpuasa asal ada hadiahnya. Imbalan ini sifatnya hanya sebagai penguatan motivasi. Orangtua tetap harus menjelaskan bahwa puasa wajib bagi Muslim yang sudah balig. Sehingga anak tak akan selamanya memperoleh hadiah setelah menjalankan puasa Ramadan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team