Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Sebab Jangan Bertengkar di Meja Makan, Gak Etis!
ilustrasi pertengkaran di meja makan (pexels.com/khezez | خزاز)
  • Pertengkaran di meja makan bisa merusak selera makan, membuat suasana jadi tegang, dan bikin semua orang kehilangan nafsu makan bahkan sebelum hidangan disentuh.
  • Cekcok saat makan berisiko menyebabkan tersedak serta menunjukkan sikap tidak menghargai orang yang sudah bersusah payah menyiapkan makanan.
  • Makanan adalah rezeki yang harus disyukuri; bertengkar di meja makan bukan hanya tidak sopan tapi juga bisa mencemari makanan dengan ludah akibat emosi berlebihan.
  • Pertengkaran di meja makan bisa merusak selera makan, membuat suasana tegang, dan menghilangkan kenikmatan saat menyantap hidangan bersama keluarga.
  • Cekcok saat makan berisiko menyebabkan tersedak serta menunjukkan sikap tidak menghargai orang yang sudah bersusah payah memasak.
  • Makan adalah bentuk rezeki yang harus disyukuri; bertengkar di meja makan dianggap tidak etis dan dapat menimbulkan kontaminasi ludah pada makanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat ada masalah dalam keluarga, lumrah apabila kamu ingin segera menyelesaikannya. Namun, dalam proses memecahkan persoalan, terkadang terjadi perselisihan pendapat sampai berujung pada pertengkaran. Ini yang harus diantisipasi.

Mungkin baik dirimu maupun anggota keluarga lainnya tidak selalu punya waktu di rumah. Ketika kalian sama-sama di rumah, kalian ingin secepatnya membahas persoalan tersebut. Akan tetapi, adanya kemungkinan cekcok membuat kalian harus lebih memilih tempat dan waktu.

Hindari keributan tentang apa pun di meja makan. Setiap orang kudu paham bahwa sangat tidak sopan untuk cekcok di hadapan makanan yang menanti disantap. Jangan hanya fokus pada beban pikiran serta emosi yang sudah terasa negatif bahkan sebelum kalian menempati kursi masing-masing. Lima hal berikut ini perlu dimengerti mengapa sebaiknya jangan bertengkar di meja makan. Ingat, meja tersebut bukan tempat untuk adu mulut apalagi baku hantam!

1. Pastinya merusak selera makan

ilustrasi pertengkaran (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Rusaknya selera makan sama dengan merusak harimu dan orang lain. Umumnya gak ada orang yang lagi emosi dengan teman, makannya masih doyan melahap ini itu. Sekalipun menu yang disajikan adalah kesukaannya.

Lidah seolah-olah tergulung dalam mulut. Kerongkongan kaku seperti diganjal batu. Boro-boro kamu atau anggota keluarga mengambil dan menikmati aneka hidangan. Suara kalian ketika bicara pun pasti bergetar karena tenggorokan tercekat.

Salah satu dari kalian atau bahkan semuanya bakal meninggalkan meja makan tanpa menyentuh apa pun. Juga tidak untuk sekadar minum. Bila pun tadinya kalian sedang makan, aktivitas ini langsung berhenti dan gak akan dilanjutkan lagi seharian nanti.

2. Bisa tersedak

ilustrasi pertengkaran (pexels.com/Alex Green)

Jangankan kamu bertengkar dengan seseorang di meja makan. Dirimu bicara biasa saja, kalau gak hati-hati, bisa tahu-tahu batuk dan tersedak. Sampai wajah memerah, kamu panik, dan untuk sesaat sulit bernapas. Itu jika hanya tersedak ringan.

Potongan makanan masih mudah dilontarkan kembali ke mulut atau tertelan selepas dirimu terbatuk-batuk. Bagaimana kalau kamu atau anggota keluargamu tersedak lebih parah? Barangkali potongan makanan yang menyumbat jalan napas lebih besar atau keras.

Ini berbahaya sekali karena pertolongan darurat pun belum tentu dapat mengatasinya. Pertengkaran akan seketika berubah menjadi kepanikan. Masalah yang diributkan gak seberapa dibandingkan dengan akibat pertengkaran di meja makan yang dapat berakibat fatal.

3. Tidak menghargai orang yang sudah capek-capek memasak

ilustrasi cekcok (pexels.com/Kampus Production)

Kamu bertengkar dengan seseorang di rumah maupun di rumah makan, tolong ingat bahwa setiap makanan di hadapan kalian dibuat oleh satu atau beberapa orang. Mereka capek menyiapkan semuanya. Namun, lihat cara kalian berperilaku.

Tindakan ribut-ribut di meja makan sama dengan kalian yang gak menghargai kerja keras orang yang memasak. Rasanya pasti menyedihkan sekali baginya. Makanan yang diharapkan segera disantap malah hanya menjadi saksi bisu dari perselisihan panas.

Bahkan bila persoalannya adalah hidangan yang dianggap kurang memuaskan. Ini bisa dibicarakan nanti selepas acara makan selesai. Juga dengan cara baik-baik supaya orang yang memasaknya tidak sakit hati. Dengan atau tanpa dibayar, tidak semua orang mau memasak untukmu. Maka hargailah.

4. Juga rezeki yang langsung menunjang kehidupan

ilustrasi pertengkaran (pexels.com/www.kaboompics.com)

Hati-hati jika terlalu mudah bagimu mendapatkan makanan yang diinginkan. Boleh jadi rezeki yang berlimpah ini malah membuatmu lambat laun kurang menghargai makanan. Seperti mudah menyebut makanan tidak enak atau bertengkar di meja makan.

Makanan merupakan rezeki yang amat besar karena secara langsung menunjang kesehatan dan kehidupan manusia. Ini kebutuhan paling dasar dalam hidup. Makanan harus disyukuri dengan berbagai cara.

Salah satunya, kamu gak berantem sama siapa pun di depan hidangan. Bayangkan makanan itu ialah makanan terakhir yang dimiliki. Dirimu tak tahu setelah makanan itu habis, masih bisa membeli makanan lagi atau tidak. Bersikaplah dengan baik di meja makan seolah-olah itu makanan terakhirmu.

5. Potensi kontaminasi ludah pada makanan

ilustrasi pasangan di meja makan (pexels.com/Vija Rindo Pratama)

Terlihat sepele, tapi ketika kamu mulai menyadari dan membayangkannya, pasti jijik juga. Bahkan sekalipun kontaminasi ludah berasal dari keluarga atau diri sendiri. Jarang sekali ada orang bertengkar yang bicaranya pelan-pelan.

Otot-otot leher saja sampai menegang. Bahkan bicara biasa pun kadang ludah menyembur, apalagi menggebu-gebu karena emosi. Padahal, makanan dan minuman di meja tidak ditutup.

Kalau sehabis kalian bertengkar lalu makan, tak terhitung lagi berapa banyak titik ludah yang ikut masuk perut. Namun, apabila hidangan urung disantap, apalagi dibuang, tentu sayang. Maka dari itu, mending jangan berantem di meja makan yang sudah penuh dengan sajian.

Selain jangan bertengkar di meja makan karena gak etis, sebisa mungkin kamu gak banyak omong juga ketika makan. Nikmati makanan dengan tenang. Apabila meja makan menjadi tempat ribut, masakan seenak apa pun bakal terasa hambar. Begitu pula nikmat lain dalam hidup bisa tidak terasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team