Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Kebiasaan Kecil Bisa Membuat Anak Lebih Suka Buku daripada Gadget
ilustrasi ibu dn anak membaca (pexels.com/Lina Kivaka)
  • Artikel menyoroti pentingnya membangun minat baca anak lewat kebiasaan kecil di rumah, bukan dengan paksaan, agar buku terasa menyenangkan dan dekat dengan keseharian mereka.
  • Ditekankan bahwa contoh dari orang tua, suasana nyaman, serta interaksi positif seperti membacakan cerita atau membuat sudut baca dapat menumbuhkan rasa cinta anak terhadap buku.
  • Mengaitkan buku dengan aktivitas seru sehari-hari membantu anak melihat membaca sebagai pengalaman hidup yang menyenangkan dan bermakna, bukan sekadar pengganti hiburan dari gadget.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di zaman sekarang, gadget memang sudah jadi bagian dekat dari kehidupan anak-anak. Video pendek, game, dan tontonan lucu bisa langsung menarik perhatian mereka hanya dalam hitungan detik. Banyak orang tua akhirnya merasa khawatir karena anak jadi lebih betah menatap layar daripada membuka buku cerita. Padahal, minat baca sebenarnya bisa tumbuh pelan-pelan lewat kebiasaan sederhana di rumah. Anak gak harus langsung dipaksa suka membaca buku tebal supaya dekat sama dunia literasi. Suasana yang nyaman dan menyenangkan justru lebih berpengaruh untuk membangun rasa suka terhadap buku.

Hal yang perlu dipahami, anak biasanya meniru kebiasaan yang mereka lihat setiap hari. Kalau membaca terasa seperti aktivitas membosankan atau penuh tekanan, anak akan lebih memilih hiburan instan dari gadget. Sebaliknya, ketika buku terasa hangat, seru, dan dekat sama keseharian mereka, rasa penasaran anak akan tumbuh alami. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memberi pengaruh besar tanpa disadari. Gak perlu langsung membuat aturan ketat atau melarang gadget total. Cukup mulai dari langkah sederhana yang bikin anak merasa buku adalah sesuatu yang menyenangkan.

1. Membacakan cerita sebelum tidur

ilustrasi seseorang anak membaca (pexels.com/RDNE Stock project)

Momen sebelum tidur adalah waktu yang sangat pas untuk membuat anak dekat sama buku. Suasana malam biasanya lebih tenang sehingga anak lebih fokus mendengarkan cerita. Kamu gak perlu membaca terlalu lama, cukup 10 sampai 15 menit setiap malam sudah bisa memberi pengaruh besar. Anak akan mulai mengaitkan buku sama perasaan nyaman dan hangat. Nada suara, ekspresi wajah, dan cara kamu membawakan cerita juga bikin pengalaman membaca terasa hidup. Kebiasaan kecil seperti ini bisa membentuk kenangan positif tentang buku sejak dini.

Selain membuat anak lebih suka membaca, aktivitas ini juga membantu hubungan emosional jadi lebih dekat. Anak merasa diperhatikan karena ada waktu khusus yang dihabiskan bersama sebelum tidur. Cerita yang dibacakan juga bisa memancing rasa penasaran mereka terhadap buku lain. Lama-kelamaan, anak akan mulai meminta dibacakan cerita baru setiap hari. Dari situ, minat membaca tumbuh secara alami tanpa dipaksa. Buku bukan lagi terasa seperti tugas, tapi jadi bagian menyenangkan dari rutinitas harian mereka.

2. Menaruh buku di tempat yang mudah dijangkau anak

ilustrasi orang tua dan anak membaca buku (pexels.com/Kamaji Ogino)

Banyak orang tua menyimpan buku di lemari tinggi atau tempat yang jarang disentuh anak. Padahal, anak lebih tertarik pada sesuatu yang mudah mereka lihat dan ambil sendiri. Kamu bisa menaruh beberapa buku cerita di dekat tempat bermain, ruang keluarga, atau samping tempat tidur. Tampilan buku yang terlihat setiap hari membuat anak lebih familier sama bacaan. Rasa penasaran mereka biasanya muncul spontan saat melihat gambar atau warna sampul yang menarik. Kebiasaan sederhana ini bisa membuat buku terasa dekat dalam kehidupan sehari-hari.

Anak kecil juga suka merasa punya kebebasan memilih sesuatu sendiri. Saat mereka bisa mengambil buku tanpa harus meminta bantuan orang dewasa, rasa tertarik terhadap membaca menjadi lebih besar. Kadang anak hanya membuka-buka gambar, tapi itu tetap bagian penting dari proses mengenal buku. Aktivitas kecil seperti membalik halaman atau menunjuk gambar bisa memancing interaksi positif terhadap bacaan. Gadget memang menarik, tapi buku yang mudah dijangkau juga punya daya tarik tersendiri buat anak. Lingkungan kecil yang ramah buku bisa memberi pengaruh besar tanpa terasa memaksa.

3. Mengurangi penggunaan gadget saat bersama anak

ilustrasi ibu dan anak membaca (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Anak sangat cepat meniru kebiasaan orang di sekitarnya, terutama orang tua. Kalau setiap waktu luang diisi scrolling HP, anak juga akan menganggap gadget sebagai hiburan utama. Kamu gak perlu langsung berhenti memakai gadget sepenuhnya, tapi coba kurangi saat sedang bersama anak. Momen makan, ngobrol santai, atau waktu sebelum tidur bisa jadi kesempatan untuk lebih fokus berinteraksi langsung. Anak akan melihat bahwa ada aktivitas lain yang juga menyenangkan selain layar. Dari situ, mereka jadi lebih terbuka mencoba kegiatan seperti membaca buku.

Kebiasaan ini juga membantu anak merasa lebih diperhatikan secara emosional. Banyak anak memilih gadget karena merasa bosan atau kurang diajak berinteraksi. Saat suasana rumah terasa hangat dan penuh komunikasi, anak biasanya lebih mudah tertarik mencoba aktivitas baru. Buku bisa jadi salah satu pilihan yang muncul karena anak melihat orang tuanya juga menikmati waktu tanpa gadget. Hal sederhana seperti membaca majalah, buku resep, atau cerita pendek di depan anak bisa memberi contoh positif. Tanpa sadar, anak mulai memahami bahwa membaca adalah aktivitas normal dan menyenangkan.

4. Mengajak anak memilih buku sendiri

ilustrasi menyusun buku dirak (pexels.com/Rahmathulla pk)

Anak biasanya lebih semangat terhadap sesuatu yang mereka pilih sendiri. Itu sebabnya mengajak mereka memilih buku bisa jadi cara efektif untuk menumbuhkan minat baca. Kamu gak harus memilih buku yang terlalu edukatif atau penuh pelajaran berat. Kadang buku bergambar lucu, cerita hewan, atau kisah petualangan sederhana justru lebih menarik buat anak. Biarkan mereka tertarik dulu pada proses menikmati buku. Rasa suka terhadap membaca biasanya muncul dari pengalaman yang menyenangkan, bukan karena dipaksa belajar.

Pergi ke toko buku atau perpustakaan juga bisa jadi pengalaman seru buat anak. Mereka merasa seperti sedang menemukan dunia baru penuh warna dan cerita menarik. Saat anak bebas memilih buku yang mereka suka, rasa memiliki terhadap buku itu juga jadi lebih kuat. Anak akan lebih penasaran membuka dan membaca buku pilihannya sendiri. Aktivitas sederhana ini bisa membuat buku terasa spesial dibanding sekadar barang biasa di rumah. Lama-lama, anak akan mulai menjadikan membaca sebagai hiburan yang mereka cari sendiri.

5. Membuat sudut baca kecil yang nyaman di rumah

ilustrasi sudut tangga (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Anak lebih mudah tertarik membaca kalau suasananya terasa nyaman dan menyenangkan. Kamu gak perlu punya ruang khusus atau dekorasi mahal untuk membuat sudut baca. Cukup siapkan karpet kecil, bantal lucu, atau rak sederhana berisi buku favorit anak. Tempat kecil yang nyaman bisa membuat anak merasa punya area spesial untuk menikmati buku. Kadang suasana seperti ini justru lebih menarik dibanding gadget karena memberi rasa santai dan hangat. Anak juga jadi lebih mudah fokus menikmati cerita yang mereka baca.

Sudut baca kecil bisa menjadi tempat anak melepas penat setelah bermain atau belajar. Mereka mungkin awalnya hanya duduk sambil melihat gambar, tapi itu tetap langkah baik untuk membangun kedekatan sama buku. Kebiasaan berkumpul membaca bersama di area itu juga membuat aktivitas membaca terasa seru. Anak akan mengingat pengalaman membaca sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan kewajiban. Perasaan positif seperti ini sangat penting dalam membentuk minat baca jangka panjang. Buku jadi terasa akrab dalam keseharian mereka.

6. Memberi contoh bahwa membaca juga menyenangkan untuk orang dewasa

ilustrasi anak membaca (pexels.com/Ron Lach)

Anak lebih mudah percaya pada apa yang mereka lihat dibanding apa yang hanya dinasihati. Kalau kamu menyuruh anak membaca tapi dirimu sendiri selalu sibuk main HP, anak akan sulit tertarik pada buku. Sebaliknya, saat mereka melihat orang dewasa menikmati membaca, rasa penasaran mereka ikut muncul. Kamu gak harus membaca buku tebal setiap hari di depan anak. Membuka novel, membaca artikel, atau menikmati majalah santai pun sudah cukup memberi contoh positif. Anak jadi memahami bahwa membaca bukan aktivitas membosankan.

Kebiasaan kecil seperti duduk membaca beberapa menit di dekat anak bisa memberi pengaruh besar. Anak akan mulai melihat buku sebagai bagian normal dari kehidupan sehari-hari. Kadang mereka bahkan ikut mendekat karena penasaran apa yang sedang kamu baca. Momen seperti ini bisa jadi awal interaksi sederhana tentang buku dan cerita. Anak yang tumbuh di lingkungan dekat sama bacaan biasanya lebih mudah membangun minat literasi. Semua itu berawal dari contoh kecil yang terlihat sederhana, tapi konsisten dilakukan.

7. Menghubungkan buku dengan aktivitas menyenangkan

ilustrasi anak membaca (pexels.com/cottonbro studio)

Anak lebih cepat suka sesuatu kalau dikaitkan sama pengalaman yang seru. Setelah membaca cerita tentang hewan, misalnya, kamu bisa mengajak anak menggambar atau bermain peran tentang cerita itu. Aktivitas seperti ini membuat buku terasa hidup dan gak berhenti di halaman terakhir saja. Anak jadi merasa membaca adalah bagian dari permainan dan imajinasi mereka. Pengalaman menyenangkan itu membuat mereka lebih antusias membuka buku lain. Cara ini juga membantu anak lebih mudah mengingat cerita yang dibaca.

Kamu juga bisa menghubungkan buku sama aktivitas sederhana sehari-hari. Buku resep bisa dipakai sambil memasak bersama, cerita tanaman bisa dilanjutkan menanam bunga kecil di rumah, atau buku luar angkasa bisa diikuti melihat bulan di malam hari. Anak jadi memahami bahwa buku punya hubungan nyata sama dunia di sekitar mereka. Rasa penasaran mereka akan tumbuh lebih alami karena membaca terasa dekat sama kehidupan sehari-hari. Gadget memang memberi hiburan cepat, tapi pengalaman nyata seperti ini biasanya lebih membekas dalam ingatan anak. Dari sinilah rasa cinta terhadap buku bisa tumbuh pelan-pelan.

Membuat anak lebih suka buku daripada gadget memang gak bisa terjadi dalam semalam. Prosesnya butuh suasana yang nyaman, contoh yang baik, dan kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Anak sebenarnya punya rasa penasaran alami yang besar terhadap cerita dan hal baru. Tinggal bagaimana lingkungan di sekitarnya membantu rasa penasaran itu tumbuh lewat buku. Ketika membaca terasa menyenangkan, anak akan lebih mudah menjadikan buku sebagai bagian dari keseharian mereka. Semua itu bisa dimulai dari langkah sederhana di rumah.

Gadget memang gak bisa sepenuhnya dijauhkan dari kehidupan anak zaman sekarang. Meski begitu, buku tetap punya daya tarik unik yang gak bisa digantikan layar digital. Cerita dalam buku membantu anak berimajinasi, berpikir, dan merasakan sesuatu lebih dalam. Kebiasaan kecil yang terlihat sederhana hari ini bisa memberi dampak besar untuk masa depan mereka nanti. Jadi, gak perlu buru-buru memaksa anak langsung rajin membaca. Cukup bantu mereka mengenal buku lewat pengalaman yang hangat dan menyenangkan setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team