Dalam proses tumbuh kembang anak, kecerdasan emosional sering kali menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding sekadar kecerdasan akademik. Anak yang mampu memahami dan mengelola emosinya dengan baik cenderung lebih percaya diri, mudah beradaptasi, serta mampu menjalin hubungan sosial yang sehat. Peran keluarga dalam membentuk kecerdasan emosional sangat besar, karena rumah menjadi tempat pertama di mana anak belajar mengenal perasaan dan cara mengungkapkannya.
Kebiasaan-kebiasaan yang ditanamkan di rumah akan membentuk pola pikir, perilaku, dan cara anak memandang dunia. Keluarga yang konsisten menumbuhkan lingkungan penuh empati, kehangatan, dan komunikasi terbuka, membantu anak memiliki kemampuan memahami orang lain sekaligus mengontrol emosinya. Berikut beberapa kebiasaan positif yang bisa menjadi pondasi kuat bagi perkembangan kecerdasan emosional anak.