Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kelebihan dan Kekurangan Lantai Vinyl, Kamu Harus Tahu!
ilustrasi lantai kayu berwarna cokelat (unsplash.com/Camylla Battani)
  • Lantai vinyl berbahan dasar PVC populer karena elastis, halus, mudah dipasang, serta memiliki harga terjangkau dan motif beragam yang meniru kayu, batu, atau keramik.
  • Lantai ini tahan air, noda, dan goresan sehingga cocok untuk area lembap serta mudah dirawat hanya dengan menyapu dan mengepel secara rutin.
  • Kekurangannya meliputi sulit dilepas saat renovasi, tidak ramah lingkungan karena bahan PVC sulit terurai, serta mudah pudar jika terkena sinar matahari langsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Penggunaan lantai kayu kini semakin populer di kalangan masyarakat. Salah satu jenis lantai kayu yang banyak diminati adalah lantai vinyl. Lantai yang berbahan dasar Polyvinyl Chloride (PVC) ini, lebih elastis dan halus dibandingkan kayu asli. 

Apakah kamu sedang mempertimbangkan lantai vinyl? Jika iya, simak 5 kelebihan dan kekurangan lantai vinyl berikut ini!

1. Kelebihan yang pertama adalah pemasangan yang mudah

pemasangan lantai vinyl (freepik.com/diana.grytsku)

Lantai vinyl merupakan salah satu jenis lantai yang mudah dipasang. Lantai ini memiliki perekat khusus yang dapat dipasang dengan mudah ke alas lantai. Hal yang paling utama adalah memastikan tempat peletakannya kering dan rata. 

2. Harganya terjangkau

Lantai vinyl (Pexels.com/cottonbro studio)

Jika dibandingkan dengan jenis lantai lainnya, lantai vinyl memiliki harga yang relatif terjangkau. Biaya pemasangan lantai vinyl cenderung lebih rendah karena mudah dipasang. Lantai ini bisa menjadi pilihan yang ekonomis untuk merenovasi rumah. 

3. Motifnya yang bervariasi

Ilustrasi lantai vinyl (Pexels.com/cottonbro studio)

Hal menarik lainnya adalah lantai vinyl dapat meniru tampilan dan tekstur seperti kayu alami, batu, dan keramik yang memberi kesan motif mewah. Bervariasinya pilihan motif akan memudahkanmu untuk mencocokkan lantai vinyl dengan desain interior. Lantai ini menjadi solusi kreatif untuk gaya desain interiormu. 

4. Perawatannya mudah

Ilustrasi lantai vinyl (Pexels.com/Liliana Drew)

Lantai vinyl tidak memerlukan perawatan khusus menjadikannya mudah dibersihkan. Sama sepertu lantai keramik, lantai ini cukup disapu dan dipel menggunakan pembersih lantai yang dicampurkan air hangat. Pastikan lantai bersih dari pasir atau benda tajam yang dapat merusak permukaannya. 

5. Tahan air, noda, dan goresan

Ilustrasi lantai vinyl (Pexels.com/SHVETS production)

Lantai vinyl dibuat dengan bahan tahan air, bahkan beberapa jenis lantai vinyl dipasang di kamar mandi. Lantai ini juga memiliki lapisan pelindung yang tahan gores dan noda. Lantai vinyl dapat menjadi investasi yang baik dalam jangka waktu panjang untuk desain interior rumah. 

6. Namun, kekurangannya lantai vinyl sulit dilepas

lantai vinyl (freepik.com/freepik)

Meskipun mudah saat pemasangan, lantai vinyl cenderung sulit untuk dilepas atau dihapus. Lantai vinyl yang terpasang dalam waktu lama dan direkatkan secara permanen, akan menambah kerumitan saat perlu membongkar atau merenovasi ulang rumah. Hal ini akan membuat kamu terkena biaya tambahan jika ingin mengganti atau memperbarui lantai. Kadang, muncul bekas pula dari perekatnya.

7. Tidak ramah lingkungan

Ilustrasi vinyl (Pexels.com/K)

PVC yang menjadi bahan dasar lantai vinyl, akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Bahan yang tahan lama ini, menghasilkan emisi gas berbahaya dalam pembuatannya.Karena terbuat dari plastik, lantai ini juga sulit terurai secara alami. 

8. Mudah berubah warna

Ilustrasi vinyl (Pexels.com/Curtis Adams)

Lantai vinyl tidak cocok digunakan di luar ruangan. Hal ini karena warna dari lantai vinyl akan memudar saat terkena paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama. Lantai ini akan rusak jika terkena paparan suhu ekstrem.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan lantai vinyl. Kamu dapat mempertimbangkannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan rumahmu, ya!

Penulis: Dara Mardotilah

Editorial Team