Obrolan soal menikah sering datang tanpa aba-aba. Kadang, itu muncul di meja makan, kadang diselipkan saat momen santai yang harusnya ringan. Kata menikah terdengar sederhana, tapi beban maknanya bisa terasa berbeda di tiap kepala. Ada yang melihatnya sebagai tujuan, ada juga yang masih menganggapnya pilihan.
Di titik ini, wajar kalau muncul jarak cara pandang antara anak dan orangtua. Biar tak jadi salah paham, menarik untuk melihat ini dari sisi yang jarang dibahas. Berikut beberapa sudut pandang atau point of view (POV) yang bisa membantumu melihat alasan di balik dorongan tersebut tanpa harus buru-buru setuju.
