Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
seorang perempuan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Thomas Ronveaux)

Intinya sih...

  • Memberikan seluruh gaji pertama pada orangtua boleh jika tinggal di rumah orangtua, namun harus mempertimbangkan patungan biaya hidup bulan depan.

  • Tidak tepat memberikan seluruh gaji pertama pada orangtua jika merantau atau orangtua masih berpendapatan cukup besar.

  • Potensi menciptakan ketergantungan dan perasaan wajib memberi setoran besar ke ortu harus diantisipasi, prioritas lain seperti pendidikan juga perlu dipertimbangkan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gajian pertama kali memang istimewa. Ini momen penting dalam hidupmu yang menandai perpindahan fase dari kamu masih menjadi tanggungan orangtua ke mandiri secara finansial. Kamu baru bisa disebut dewasa salah satunya kalau sudah dapat menghasilkan uang sendiri.

Gaji pertama makin terasa spesial karena banyak orang ingin memberikannya pada orangtua. Ayah dan ibu dipandang amat berjasa dalam membesarkan serta menyekolahkan anak. Sehingga sudah sepantasnya ketika akhirnya anak bekerja, gaji pertama diserahkan untuk mereka.

Meski begitu, apakah tepat memberikan seluruh gaji pertama pada orangtua? Walau rasanya itu bakal membuatmu sangat bangga pada diri sendiri, sebaiknya jangan gegabah. Kamu harus tetap mempertimbangkan tujuh hal berikut. Cegah dirimu malah mengalami kesulitan finansial di bulan yang sama bahkan hingga di masa depan.

1. Boleh saja jika kamu tinggal di rumah orangtua

ilustrasi bekerja sambil makan (pexels.com/Tony Schnagl)

Pertimbangannya, kamu tidak membayar listrik, air, bahkan kebutuhan dapur. Semua kebutuhan harianmu masih ditopang orangtua. Dengan gaji pertama diberikan ke mereka, tandanya dirimu sudah siap betul untuk berbagi tanggung jawab keuangan.

Bulan ini semua gajimu diserahkan. Bulan depan dan seterusnya dirimu serta orangtua dapat patungan biaya hidup. Banyak sekali keuntungan finansial dari kamu masih tinggal bersama orangtua. Memberikan gaji bulan pertama dapat menunjukkan betapa dirimu memahami etika tinggal di rumah orang sekalipun mereka orangtuamu sendiri.

2. Sangat tidak tepat apabila dirimu bahkan merantau

ilustrasi seorang pemuda (pexels.com/Kha Ruxury)

Sebaliknya, apabila kamu merantau mending gak usah memberikan seluruh gaji pertamamu ke orangtua. Bahkan meski mereka masih kasih dukungan finansial buatmu di bulan ini. Mereka takut dirimu tidak dapat bertahan hidup di rantau.

Sebagai anak rantau, kebutuhanmu sangat banyak. Ongkos indekos saja sudah mengambil sekian persen dari gaji. Pun PR utamamu bukan kasih sesuatu untuk orangtua. Namun, memastikan dirimu dapat hidup layak di sana serta orangtua tidak perlu lagi kirim uang.

3. Sebaiknya juga tidak kalau orangtua masih berpendapatan cukup besar

ilustrasi seorang pemuda (pexels.com/Alena Darmel)

Orangtuamu bahkan belum pensiun. Atau, mereka sudah pensiun tetapi punya usaha yang menghasilkan pendapatan lumayan. Mereka sama sekali tidak dalam keadaan kekurangan materi. Sangat berlebihan jika dirimu memberikan seluruh gaji pertama pada mereka.

Ini seperti menggarami air laut yang sudah asin. Uang itu jauh lebih bermanfaat serta dibutuhkan olehmu. Orangtua mungkin juga bakal geli dengan niatmu memberikan semua gaji pertama pada mereka. Kalaupun mereka mau menerimanya, kamu yang terlalu naif. Seakan-akan orangtua lebih butuh duit daripada dirimu padahal terbalik.

4. Pun ada potensi bakal menciptakan ketergantungan

ilustrasi seorang pemuda (pexels.com/Gustavo Fring)

Segala tentang uang perlu dipikir masak-masak. Jangan mengutamakan emosi sesaat. Kamu cuma fokus ke keinginan menunjukkan baktimu pada orangtua. Sampai dirimu lupa ada bahaya yang mengintai.

Yaitu, orangtua yang punya pemikiran kurang tepat malah menjadi ketergantungan padamu. Dirimu dapat mulai diminta membantu biaya adik, padahal seharusnya itu tangging jawab mereka. Adik pun sama.

Dia ikut terlalu mengandalkanmu setiap ada kebutuhan. Bila sudah terjadi ketergantungan begitu bakal sulit sekali memutusnya. Lebih baik dirimu mencegahnya sejak sekarang daripada kewalahan memikul beban di kemudian hari.

5. Antisipasi ada perasaan kamu selalu wajib kasih setoran gede ke ortu

ilustrasi seorang karyawan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kewajiban kadang tidak muncul karena tuntutan dari luar. Namun, perasaanmu sendiri yang seakan-akan mewajibkan sesuatu untuk dilakukan. Termasuk dalam hal memberikan uang ke orangtua atau keluarga besar.

Jika di awal dirimu bekerja sudah begitu saja memberikan seluruh gaji tanpa pikir panjang, ke depan menjadi jebakan. Sebulan saja kamu tidak mengirimkan uang pada mereka rasanya bersalah sekali. Padahal, mereka sebetulnya gak terlalu membutuhkannya.

Ada pula rasa khawatir dalam dirimu kalau-kalau kamu dikira bukannya tambah kaya malah tambah miskin karena tidak lagi kasih uang. Lalu kamu memaksakan diri setiap tahun meningkatkan pemberian ke orangtua. Sekalipun itu membuat hidupmu jatuh dalam krisis keuangan.

6. Atau, dirimu punya prioritas yang harus dikejar

ilustrasi seorang pemuda (pexels.com/Peter Kambey)

Tidak lantas orangtua bukan prioritas dalam hidupmu. Namun, kamu juga mesti sadar akan hal-hal penting yang mesti dikejar. Pun bila bukan dirimu yang memperjuangkannya, siapa lagi? Misal, kamu lulusan SMA.

Sebenarnya dirimu ingin sekali berkuliah. Akan tetapi, orangtua gak mampu membiayai. Sekarang dengan kamu sudah bekerja, sejak gaji pertama seharusnya disisihkan sebanyak mungkin untuk persiapan masuk perguruan tinggi.

Toh, orangtua masih mampu untuk sekadar menghidupi diri mereka. Bila nanti dirimu telah berkuliah, lulus, dan mengalami peningkatan karier pasti membanggakan mereka. Setelah itu mungkin masih ada prioritas lain seperti berumah tangga. Dirimu sudah mampu memberi uang ke orangtua lebih banyak, tapi tetap jangan lupakan prioritas selanjutnya.

7. Apalagi gaji pokok kecil dan bonus tidak pasti atau freelancer

ilustrasi bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Memberikan seluruh gaji pertama pada orangtua sangat wajar kalau kamu tinggal bersama mereka. Walau begitu, kecilnya gaji pokok sudah menjadi alarm untukmu harus sangat cermat mengatur keuangan. Memang masih ada bonus. Bonusmu bahkan bisa lebih besar daripada gaji pokok. Akan tetapi, ingat bahwa bonus sifatnya tidak pasti.

Barangkali bonus sangat tergantung hasil kerjamu bulan itu, jumlah lembur, atau malah suasana hati bos. Demikian pula jika dirimu seorang pekerja lepas. Pendapatan dari proyek pertamamu jangan diberikan seluruhnya ke orangtua. Kamu gak tahu kapan ada proyek selanjutnya serta uang yang akan diperoleh.

Budaya anak memberikan uang pada orangtua begitu bekerja bukannya sama sekali dilarang. Akan tetapi, selama mereka masih sehat dan bisa mencari penghasilan sendiri utamakan membangun hidupmu dulu. Gaji pertama tak ubahnya batu dalam fondasi rumahmu. Gunakan dengan bijak daripada kamu mengalami kesulitan di kemudian hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team