Memiliki anak yang cerdas tentu merupakan dambaan semua orangtua. Mama dan Papa akan rela melakukan banyak hal untuk itu. Mulai dari memberikan makanan yang sehat dan bergizi, membacakan buku, hingga memberikan pendidikan di sekolah terbaik.
Namun ternyata, hal yang lebih utama yang mempengaruhi kecerdasan anak adalah bagaimana interaksinya dengan orangtua. Dilansir Smart Parenting, Kate Borbon seorang kontributor menyatakan jika cara orangtua berbicara pada anak jauh lebih baik ketimbang menjejali banyak angka atau kosakata sebagai hafalan.
"Penelitian terbaru mengungkapkan, jika ingin anak unggul dalam akademik, caranya bukan dengan memaksa anak dan menjejali banyak angka atau kata-kata baru untuk memperkaya database ingatan mereka. Hal yang lebih baik adalah melalui bagaimana orangtua berbicara pada mereka." Jelas Kate.
Komunikasi sejenis ini dinamakan Mechanistic Language. Para peneliti mengamati jika anak-anak akan lebih menangkap dan memahami apa yang dijelaskan, walau dengan caranya sendiri, dibandingkan dengan hafalan.
Anak-anak yang mendapat penjelasan panjang dan rinci (mekanistik) dapat belajar lebih banyak. Dilansir Nature, penelitian yang dilakukan oleh Aaron Chuey dan kawan-kawan menemukan jika penjelasan yang rinci dapan membuat anak memahami suatu sistem dengan cara pikirnya sendiri.
"Sangat mengejutkan bagaimana ternyata anak-anak dapat memperoleh pengetahuan abstrak tentang kerja suatu sistem, hal ini dapat memacu penalaran epistemik mereka." Kata Aaron dan tim dalam penelitian mereka.
Lantas bagaimana cara menerapkan Mechanistic Language pada anak? Berikut adalah penjelasannya.
