Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Orangtua Harus Tahu! Ini 5 Dampak Negatif Sering Membentak Anak
Unsplashnl.com/Caleb Woods

Banyak orangtua yang keliru. Mendidik seorang anak harusnya menumbuhkan rasa hormat, bukan menumbuhkan rasa takut dengan sering membentak. Rasa takut memang akan membuat anak menurut, tetapi mentalnya tidak akan tumbuh baik.

Jangan suka membentak anak sekalipun sedang kesal, karena sering membentak dapat berdampak negatif pada anak. Apa saja dampak negatifnya? Ulasannya berikut ini.

1. Menurunkan kepercayaan diri anak

Unsplash.com/Annie Spratt

Anak yang sering dibentak oleh orangtuanya lama kelamaan akan tertekan. Anak akan tumbuh dalam ketakutan dan selalu berhati-hati dalam melakukan suatu hal. Hal tersbut tentu akan membuat kepercayaan diri anak menurun. Pada akhirnya dia akan merasa minder karena selalu dihantui rasa takut jika melakukan kesalahan.

2. Anak akan mudah marah sebagai pelampiasan

unsplash.com/Patrick Fore

Saat seorang anak dibentak, pikirannya kacau. Jika hal tersebut sering dilakukan, tekanan dalam dirinya akan terasa berat. Untuk melawan orangtua mereka tidak mampu, muncullah rasa dendam. Dan rasa dendam yang tak terlampiaskan akan menimbulkan rasa ingin marah yang tinggi. Nah dampaknya, jika anak terusik dia akan mudah sekali untuk marah.

3. Seorang anak akan meniru perbuatan orangtuanya

Stocksnap.io/Matthias Zomer

Amarah orangtua kepada anak seharusnya tak usah diluapkan dengan bentakan, sebab hal tersebut akan menjadi cerminan bagi anak ketika dia menemukan kesalahan. Semua orangtua pasti menginginkan anak yang baik dan sopan. Tetapi itu tidak akan terwujud jika cerminannya adalah seorang pembentak.

4. Tekanan berat dapat membuat anak sulit berpikir jernih

Stocknsap.io/Daria Nepriakhina

Tekanan kuat seperti rasa marah, kecewa, dan dendam berkecamuk di dalam pikiran seorang anak yang kerap mendapat bentakan. Orangtua harus tahu, pikiran kacau akibat sering dibentak membuat anak tak bisa berpikir jernih dan cenderung ingin melakukan hal-hal di luar dugaan yang dapat membahayakan dirinya. So, hati-hati untuk para orangtua!

5. Tumbuh dengan ketakutan membuat anak sulit dalam mengambil keputusan

Unsplash.com/Joseph Gonzalez

Akan merusak mental anak jika sering membentaknya. Jika membentak terlalu sering dilakukan, anak pasti tumbuh dalam ketakutan sehingga ia akan selalu takut dalam mengambil keputusan di saat dihadapkan dalam pilihan.

Setelah tahu lima dampak negatifnya, perlu diingat ya! Menanam dengan hal buruk, maka hasilnya juga tidak akan baik. Mulai sekarang, jangan membentak anak lagi, didiklah anak dengan lemah lembut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team