Liputan "Our in One Product Launch Event", Rabu (2/3/2022). IDN Times/Tyas Hanina
Seperti yang disinggung pada poin di atas, pandemik COVID-19 membuat kebanyakan keluarga lebih banyak menghabiskan waktu bersama di rumah. Menurut Vera, intensitas pertemuan yang tinggi punya dua sisi mata koin.
"Ada keluarga yang merasa lebih dekat dan bahagia karena lebih tahu tumbuh kembang anak dan lebih kenal dengan pasangannya. Tapi, ada juga keluarga yang struggling karena komunikasi yang memburuk, lebih banyak konflik, dan tingkat stres tinggi," paparnya.
Karena itu, dalam acara ini, Vera pun membagikan beberapa tips memperkuat bonding untuk setiap anggota keluarga di rumah. Yang pertama adalah untuk meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan anak dan pasangan. Kemudian, memberikan respons yang baik dari kebutuhan tersebut.
Tips terakhir adalah untuk meluangkan waktu beraktivitas bersama, sehingga tercipta kedekatan atau pun sentuhan. Menurutnya, bonding juga secara gak langsung berdampak terhadap masa depan dan karakter anak.
"Dengan bonding frekuensi tinggi, anak akan merasa nyaman dengan orang-orang sekitarnya. Ia akan merasa diterima dan disayangi. Jadi, dia tumbuh menjadi anak yang pede, mandiri, dan mudah membawa diri," tambahnya lagi.