Ilustrasi parenting kepada anak. (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Tidak semua pengalaman masa kecil meninggalkan luka. Anak yang tumbuh dengan rasa aman dan kasih sayang biasanya memiliki fondasi emosi yang lebih kuat ketika dewasa. Mereka merasa dirinya berharga dan lebih mudah membangun hubungan sehat.
Psikiater, peneliti, dan profesor psikiatri klinis UCLA Dr. Daniel Siegel menjelaskan, bahwa hubungan emosional yang hangat membantu perkembangan otak anak menjadi lebih sehat. Dalam lamannya Dr Dansiegel, mengatakan bahwa koneksi akan menciptakan integrasi.
Anak sebenarnya tidak membutuhkan orangtua yang sempurna. Mereka lebih membutuhkan kehadiran emosional yang konsisten, seperti dipeluk saat sedih, didengarkan ketika takut, dan merasa diterima apa adanya. Pengalaman kecil ini sering menjadi rasa aman yang terus mereka bawa hingga dewasa.
Pengalaman masa kecil ternyata tidak berhenti saat anak tumbuh besar. Cara anak diperlakukan, didengarkan, dicintai, atau bahkan dimarahi bisa terus membentuk kepribadian dan kondisi emosional mereka hingga dewasa nanti. Banyak luka maupun rasa aman yang dimiliki orang dewasa sebenarnya berakar dari pengalaman sederhana ketika mereka kecil.