Menghadapi balita memang sering bikin orang tua naik turun emosinya. Kadang mereka bisa manis dan nurut, tapi di waktu lain bisa tantrum tanpa sebab yang jelas. Apalagi, di usia balita, anak belum sepenuhnya bisa mengungkapkan perasaan dan kebutuhannya dengan kata-kata. Alhasil, emosi mereka sering keluar dalam bentuk tangisan, teriakan, atau penolakan. Hal ini wajar banget, tapi tetap saja bikin orang tua kewalahan.
Salah satu kunci penting agar balita lebih tenang dan mudah diarahkan adalah pola komunikasi yang tepat. Cara kita berbicara, intonasi suara, hingga bahasa tubuh ternyata sangat berpengaruh pada respons anak. Balita cenderung meniru dan merespons apa yang mereka rasakan, bukan hanya apa yang mereka dengar. Jadi, kalau komunikasinya keliru, anak bisa makin rewel dan susah nurut. Berikut ini beberapa pola komunikasi yang bisa membantu balita merasa lebih tenang dan kooperatif.
