Fenomena anak yang terlalu lekat dengan gadget sudah jadi bagian dari keseharian banyak keluarga. Layar kecil yang selalu menyala menawarkan hiburan instan, stimulasi cepat, dan rasa puas yang sulit ditandingi aktivitas lain. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menggerus fokus, emosi, dan kualitas interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Di sisi lain, orang tua sering berada di posisi serba sulit antara kebutuhan adaptasi teknologi dan kekhawatiran akan dampaknya. Menghadapi situasi ini perlu strategi yang realistis, konsisten, dan penuh empati, bukan sekadar larangan sepihak. Pendekatan yang tepat bisa membantu anak kembali menemukan keseimbangan antara dunia digital dan dunia nyata. Yuk, mulai pahami strategi efektif yang bisa diterapkan pelan-pelan di rumah!
