Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tips Membuat Jadwal Tidur Siang pada Bayi, Anti Drama Bikin Tenang
ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)

Membuat bayi tidur siang dengan teratur terkadang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Banyak orangtua merasa bingung kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara membiasakan bayi untuk tidur siang. Padahal, tidur siang berperan penting untuk kesehatan dan suasana hati si kecil.

Setiap bayi memiliki ritme dan kebiasaan yang berbeda, sehingga tidak ada satu cara yang sama untuk semua anak. Memahami tanda-tanda bayi mengantuk dan membangun rutinitas yang tepat bisa membantu tidur siang berjalan lebih lancar. Dengan beberapa strategi sederhana, tidur siang bisa menjadi momen yang nyaman untuk bayi dan orangtua. Yuk, simak tips berikut ini!

1. Pastikan bayi mendapatkan cukup tidur di siang dan malam hari

ilustrasi mengganti pakaian anak (pexels.com/paveldanilyuk)

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah total waktu tidur bayi dalam sehari. American Academy of Sleep Medicine (AASM) menyarankan bayi usia 4–12 bulan tidur 12–16 jam dalam 24 jam, termasuk tidur siang. Dengan cukup tidur, bayi akan lebih ceria dan lebih mudah mengikuti rutinitas harian.

Bayi biasanya membutuhkan dua hingga tiga tidur siang setiap hari, yang perlahan berkurang menjadi satu saat memasuki usia balita. Tidur siang ketiga biasanya singkat atau disebut “cat nap” agar bayi tetap nyaman hingga tidur malam. Menyesuaikan jumlah tidur siang sesuai usia membantu bayi tetap bugar dan tidak rewel.

2. Sesuaikan jadwal dengan ritme alami bayi

ilustrasi bayi perempuan (pexels.com/pixabay)

Tidak ada satu waktu yang cocok untuk semua bayi, sehingga penting menyesuaikan tidur siang dengan ritme bayi dan jadwal keluarga. Amati pola harian bayi selama beberapa hari untuk menentukan waktu tidur siang yang paling pas. Dengan begitu, bayi bisa tidur lebih mudah dan tidur siang terasa lebih menyenangkan.

“Amati bayi kamu selama sekitar seminggu dan lihat apakah setiap hari mulai memiliki pola yang sama. Jika ya, ikuti ritme bayi kamu, tapi jika tidak, pilih waktu tidur siang yang sesuai,” kata Deb Lonzer, MD, ketua departemen pediatri regional di Cleveland Clinic Children’s Hospital, dikutip dari Parents.

3. Kenali tanda-tanda bayi mengantuk

ilustrasi orangtua dan bayi (pexels.com/nappy)

Bayi biasanya menunjukkan sinyal saat sudah lelah, seperti mengucek mata, menguap, atau menarik telinga. Orangtua yang cepat merespons tanda-tanda ini akan lebih mudah membuat bayi tidur siang. Mengamati sinyal lelah bayi membuat tidur siang lebih efektif dan nyaman.

Jika bayi dibiarkan terlalu lelah, mereka justru sulit tidur dan mudah rewel. Mengatur waktu tidur siang sejak dini membantu bayi terbiasa dengan rutinitas. Dengan mengenali tanda-tanda lelah, tidur siang bayi bisa menjadi waktu istirahat yang optimal.

4. Gunakan tempat tidur bayi (Crib) untuk tidur siang

ilustrasi anak berada di crib (pexels.com/martproduction)

Bayi sebaiknya tidur di crib setiap hari agar merasa aman dan nyaman. Dr. Lonzer menyarankan, tidur di crib membantu bayi mengasosiasikan tempat tidur dengan tidur yang tenang dan mendukung tidur malam yang nyenyak. Hal ini juga membuat bayi lebih mudah tidur di siang hari.

Selain itu, pastikan lingkungan tidur aman sesuai pedoman American Academy of Pediatrics (AAP). Gunakan permukaan keras dan rata, hindari selimut, bantal, atau mainan, serta jangan tidur bersama orang dewasa. Lingkungan tidur yang aman mencegah risiko gangguan dan mendukung kualitas tidur bayi.

5. Tetap konsisten tapi fleksibel

ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)

Rutinitas yang konsisten membantu bayi menyesuaikan diri dengan jadwal tidur siang. Namun, fleksibilitas tetap penting saat ada acara atau perjalanan. Saat bayi melewatkan tidur siang, orangtua bisa menyesuaikan waktu tidur malam atau memberi kesempatan tidur di jadwal berikutnya.

Hindari tidur siang terlalu larut, terutama setelah jam 16.00, karena dapat mengganggu tidur malam. Dengan menjaga keseimbangan antara konsistensi dan fleksibilitas, bayi tetap bisa tidur cukup tanpa menambah stres orangtua.

6. Aktivitas sebelum tidur siang

ilustrasi seorang ibu melatih bayi sikat gigi (pexels.com/martproduction)

Membuat bayi tetap aktif sebelum tidur siang membantu mereka mengantuk lebih cepat. Bermain di lantai, jalan-jalan di stroller, atau menikmati udara segar dapat menstimulasi tubuh dan pikiran bayi. Aktivitas ini juga mendukung perkembangan motorik dan sensorik mereka.

Tetapi, jangan sampai bayi terlalu lelah. Bayi yang terlalu capek justru sulit tidur dan lebih rewel. Memperhatikan ritme dan kebutuhan bayi membantu tidur siang tetap menyenangkan dan efektif.

7. Sesuaikan seiring pertumbuhan bayi

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/ivansamkov)

Seiring bertambahnya usia, bayi biasanya membutuhkan lebih sedikit tidur siang. Namun, waktu tenang tetap penting agar mereka tetap mendapatkan istirahat yang cukup.

“Bayi perlu waktu tenang tanpa gangguan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Pastikan mereka mendapatkan setidaknya 30–60 menit waktu tenang setiap hari dan kamu juga mendapat waktu tenang!” kata Dr. Lonzer.

Tidur siang yang teratur tidak hanya membuat bayi lebih bahagia, tapi juga mempermudah orangtua mengatur rutinitas harian. Dengan mengenali tanda mengantuk dan menyesuaikan jadwal, tidur siang bisa menjadi momen menyenangkan untuk seluruh keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team