Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bolehkah Bikin Video Unboxing Amplop THR Anak?
ilustrasi banyak amplop (pexels.com/cottonbro studio)
  • Membuat video unboxing amplop THR anak sebenarnya boleh, asalkan tidak melibatkan orang lain tanpa izin dan tetap menjaga privasi keluarga.
  • Mengunggah video tersebut ke media sosial atau grup keluarga berisiko menimbulkan kesalahpahaman, rasa tidak nyaman, hingga potensi bahaya bagi anak.
  • Alih-alih membuat konten, orang tua disarankan menanamkan rasa syukur dan menghindari perilaku flexing yang bisa ditiru anak sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama libur Lebaran, kamu dan keluarga sibuk bukan main. Kalian belum sempat membuka isi amplop THR yang diterima anak-anak. Pokoknya, semua amplop hanya dikumpulkan sesuai nama anak dan disimpan dulu.

Pulang dari mudik baru buka amplop salam tempel menjadi agenda yang tak lagi bisa ditunda. Baik anak maupun orangtua sama-sama tidak sabar ingin mengetahui nominal uang di dalamnya. Namun, apakah boleh untukmu dan anak bikin video unboxing amplop THR?

Apalagi kamu mengunggahnya di media sosial. Meski di beranda medsosmu sudah muncul beberapa konten buka amplop Lebaran anak, jangan buru-buru latah mengikuti. Jika kamu berniat bikin video unboxing amplop THR anak, dirimu kudu membaca uraian berikut terlebih dulu biar gak menyesal.

1. Jika hanya mengingat tentang hak saja tentu boleh

ilustrasi membuka amplop (pexels.com/cottonbro studio)

Kalau pertanyaannya sebatas boleh atau gak boleh tentu saja jawabannya boleh. Kamu berhak bikin video apa saja selama tidak menjadikan orang lain sebagai bagian dari kontenmu. Misal, dirimu boleh bikin video home tour, unboxing paket belanja online, dan sebagainya.

Beda halnya apabila kamu mau bikin video yang berkaitan dengan orang lain. Tentu dirimu mesti terlebih dahulu meminta izin pada orang yang bersangkutan. Kamu gak boleh sembrono mengarahkan kameramu ke orang lain atau barang miliknya.

Namun, hakmu atas apa pun dalam pelaksanaannya juga tidak boleh sembarangan. Dirimu mesti mempertimbangkan lima hal lain di bawah ini. Hakmu jangan dijadikan satu-satunya patokan.

2. Namun, sebaiknya tidak diunggah di media sosial

ilustrasi amplop THR (pexels.com/Nguyen Huy)

Benar, kamu berhak membuat video unboxing amplop THR anak. Dirimu juga sebetulnya punya hak mengunggahnya di mana saja. Itulah fungsi kamu memiliki beberapa akun media sosial.

Akan tetapi, berpikirlah lebih dari sekali bila dirimu hendak memposting di media sosial. Terlalu banyak orang, baik dikenal maupun tidak dikenal olehmu, yang bisa melihat unggahan tersebut. Kamu tak tahu apa yang ada dalam pikiran mereka.

Bukan cuma soal dirimu dipandang suka pamer atau tidak. Namun, boleh jadi ada orang yang sampai berniat buruk baik terhadapmu maupun anakmu yang ikut muncul dalam video. Misal, anak memperoleh lebih dari 1 juta rupiah, bahkan berlipat-lipat dari itu.

Orang langsung mampu memperkirakan keluarga besar kalian kaya. Jangan sampai anak menjadi target penculikan. Lalu mereka minta tebusan.

3. Juga tidak di grup keluarga yang sebagian anggotanya kasih THR ke anakmu

ilustrasi amplop THR (pexels.com/Irenè Lazarova)

Kamu mungkin juga tidak kepikiran untuk mengunggah video buka amplop-amplop Lebaran itu ke media sosial seperti IG. Namun, dirimu masih ingin membagikannya di grup keluarga. Maksudmu sebenarnya biar seru saja.

Atau, untukmu memastikan saudara-saudara yang memberi salam tempel mengerti bahwa pemberian mereka dihargai olehmu. Hanya saja, jangan lupa bahwa tidak semua anggota grup memberikan THR buat anakmu. Ini dapat membuat mereka yang gak kasih merasa tak enak.

Bahkan dari sekian banyak orang yang berbagi rezeki dengan anakmu, juga tidak mungkin nominalnya sama semua. Saudara yang ketahuan kasih sedikit tentu menjadi tidak nyaman. Bahkan saudara yang memberi uang lebih gede pun tak selalu lantas merasa bangga.

4. Ada banyak cara untuk mensyukuri rezeki anak dan berterima kasih

ilustrasi memegang amplop (pexels.com/cottonbro studio)

Bersyukur gak harus dengan mengunggah sesuatu. Apalagi secara terang-terangan seperti membuka tumpukan amplop Lebaran yang diterima anak. Bersyukur adalah tentang rasa yang paling dalam di hati.

Hanya kamu dan Tuhan yang tahu seberapa dalam rasa syukurmu setiap kali mendapatkan rezeki. Termasuk bersyukur atas rezeki anak. Banyaknya amplop yang diterima menandakan banyak pula orang yang peduli pada anakmu.

Tentu saja kepedulian tidak selalu diwujudkan dalam bentuk uang. Sementara tentang terima kasih, pasti kamu dan anakmu juga sudah mengatakannya begitu menerima amplop tersebut. Oleh sebab itu, bikin video unboxing amplop THR tak lagi urgen. Bisa-bisa kamu malah terlihat lebai.

5. Terlihat sepele, tapi itu bisa mengajari anak flexing sejak dini

ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Kamu tidak punya maksud ke arah situ pun, dampaknya pada anak bisa tetap besar. Apalagi isi amplopnya tak sedikit. Lalu, tanpa sadar, ekspresimu setiap kali membuka amplop seperti penuh rasa takjub. Hanya dengan melihat aksimu di depan kamera, anak bisa dengan cepat mengikutinya.

Bahkan lebih heboh daripada kamu di kemudian hari. Apa saja yang dimiliki atau diperolehnya akan dipamerkan kepada orang-orang. Kalau perilakunya ditegur, dia tidak merasa hal tersebut sebagai aksi pamer. Kamu seperti berbicara pada ruang kosong.

Ia tak menggubrisnya atau justru bilang dirimu yang mengajarinya begitu. Terlebih dalam video tersebut, anak diminta aktif ambil bagian. Seolah ia harus bersemangat membuka amplop dan menunjukkan raut kaget dengan isinya. Pelajaran flexing terekam lebih kuat dalam memorinya.

6. Batalkan bila ada niat menyindir seseorang

ilustrasi membuka amplop (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kamu selalu tahu niatmu yang sesungguhnya. Baik itu niat yang baik atau buruk. Sementara orang lain masih bisa salah sangka terhadap maksudmu yang sebenarnya. Jujur saja pada diri sendiri.

Apakah kamu memiliki niat yang kurang baik dengan membuat serta menyebarluaskan video tersebut? Contoh, keluarga terdekat malah tidak memberikan THR kepada anakmu. Padahal, kondisi perekonomian mereka baik.

Atau, dirimu orangtua tunggal. Mantan pasanganmu boro-boro kasih salam tempel. Tugasnya atas nafkah anak saja tidak dilaksanakan. Dengan video tersebut, kamu cuma mau menyindir mantan pasangan yang bisa secuek itu pada darah dagingnya. Urungkan niat tersebut karena sama dengan berbuat buruk pada diri sendiri yang seharusnya merasa damai.

Amplop THR anak tentu perlu dibuka, dihitung isinya, kemudian digunakan secara bijak. Akan tetapi, bikin video unboxing amplop THR anak, apalagi mengunggahnya ke media sosial apa pun, barangkali bukan tindakan yang bijak atau diperlukan. Mumpung kamu belum telanjur, coba dipertimbangkan lagi dan jangan sekadar ikut tren pasca Idulfitri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team