ilustrasi bibit pohon (pexels.com/Akil Mazumder)
Dikutip dari National Today, masyarakat dunia merayakan Hari Bumi Sedunia atau Hari Bumi pada tanggal 22 April setiap tahunnya. Sesuai namanya, Hari Bumi bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Perayaan ini bermula pada tahun 1969 ketika seorang senator AS bernama Gaylord Nelson, menyaksikan dampak tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.
Lalu, pada tahun 1970, ia menyerukan kepada seluruh warga Amerika untuk mengambil sikap agar lingkungan tidak tercemar lagi. Kemudian, ribuan perguruan tinggi dan universitas di seluruh Amerika Serikat melayangkan protes untuk bumi yang sehat dan berkelanjutan. Berkat aksi demonstrasi tersebut, akhirnya dibentuklah Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat dan Undang-Undang Tentang Udara Bersih, Air Bersih, dan Spesies Terancam Punah.
Meskipun perayaan Hari Bumi diperingati setiap tahun, tapi kesadaran untuk terus peduli terhadap lingkungan diharapkan bisa tertanam sepanjang waktu. Berbagai aksi nyata pun dilakukan dalam upaya menyehatkan bumi kembali, mulai dari kegiatan menanam pohon secara kolektif, membersihkan sampah di area pesisir pantai, mengurangi penggunaan kantong plastik, dan masih banyak lagi.