ilustrasi sedih (pexels.com/Liza Summer)
Banyak orang tanpa sadar meremehkan emosi mereka sendiri. Contohnya dengan mengatakan, “Aku tahu ini mungkin berlebihan, tapi aku sedih,” atau “Mungkin ini sepele, tapi aku merasa tersinggung.” Kalimat seperti ini sering muncul ketika seseorang terbiasa merasa bahwa emosinya gak cukup valid.
Menurut penelitian dalam jurnal Anxiety, Stress, & Coping, pengalaman merasa emosinya gak dihargai dapat memengaruhi kondisi psikologis sehari-hari. Individu yang sering mengalami invalidasi emosional cenderung memiliki emosi positif lebih rendah, reaksi stres lebih tinggi, serta lebih sensitif dalam situasi sosial.
Kebiasaan membenarkan emosi secara berlebihan membuat percakapan berubah menjadi ajang pembuktian. Kamu merasa perlu menjelaskan panjang lebar agar perasaanmu dianggap sah. Akibatnya, energi mental terkuras hanya untuk meyakinkan orang lain.
Latihan sederhana yang bisa kamu lakukan adalah menyebutkan perasaan secara langsung. Misalnya dengan mengatakan, “Aku merasa kecewa,” atau “Hal itu membuatku cemas.” Penjelasan tambahan boleh diberikan jika diperlukan, tapi gak harus menjadi bagian utama dari pesanmu.
Pendekatan ini bisa membantumu belajar menerima emosi tanpa rasa bersalah. Kemampuan mengenali dan mengungkapkan perasaan secara jelas justru menunjukkan kedewasaan psikologis. Sikap ini juga membantu orang lain memahami kondisimu tanpa harus melalui penjelasan yang berputar-putar.
Kebiasaan over-explaining sering muncul dari niat baik, seperti ingin menghindari konflik atau memastikan orang lain memahami maksudmu. Sayangnya, kebiasaan ini bisa membuatmu lelah secara emosional dan perlahan menurunkan rasa percaya diri. Terlalu sering menjelaskan diri juga membuat orang lain terbiasa menilai keputusanmu seolah perlu pembenaran.
Mulai mengurangi kebiasaan tersebut gak berarti menjadi kasar atau gak peduli, lho. Tujuannya justru agar komunikasi menjadi lebih jelas, tegas, dan menghargai diri sendiri. Belajar menetapkan batasan, menyampaikan pesan secara langsung, serta mengakui perasaan tanpa pembelaan berlebihan bisa membantu membangun mental yang lebih sehat.
Perubahan mungkin terasa canggung di awal. Akan tetapi seiring waktu, kamu akan menyadari bahwa gak semua hal perlu dijelaskan panjang lebar. Kadang satu kalimat sederhana sudah cukup untuk mewakili dirimu dengan jujur dan percaya diri.