Di era serba cepat, pencapaian sering dijadikan tolok ukur utama nilai diri seseorang. Kita terbiasa mengukur hidup dari seberapa sibuk, seberapa produktif, dan seberapa jauh target tercapai. Tanpa sadar, pola pikir ini pelan-pelan mendorong banyak orang masuk ke lingkaran produktivitas toksik yang melelahkan mental. Padahal, di balik semua ambisi itu, ada kebutuhan dasar yang sering diabaikan: ketenangan batin.
Ketenangan bukan tanda malas atau kalah bersaing, melainkan kondisi mental yang sehat dan stabil. Saat batin tenang, kamu bisa menjalani hidup dengan lebih sadar dan penuh kendali. Banyak orang baru menyadari pentingnya kedamaian diri ketika kelelahan emosional mulai terasa. Berikut lima alasan logis mengapa ketenangan batin sering kali lebih berharga daripada sekadar pencapaian.
