Slow living atau cara hidup yang lebih lambat sekarang menjadi kebutuhan banyak orang. Terutama anak muda yang sudah terjebak dalam kehidupan yang serba cepat dan menguras energi dan pikiran.
Melambatkan ritme hidup dan tidak tergesa-gesa akan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik, lebih memaknai kehidupan yang dijalani, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.
Sayangnya, gak semua orang menyukai gagasan untuk menerapkan slow living. Bahkan gaya hidup ini disikapi dengan sinis oleh sebagian orang yang sudah terbiasa dengan kehidupan yang penuh tekanan dan serba terburu-buru. Bahkan, ada beberapa anak muda yang gak menyukai konsep ini dan menolaknya mentah-mentah.
Mereka yang menolak konsep slow living tentu juga punya alasan tersendiri, sama halnya dengan mereka yang mendukungnya. Berikut ini adalah lima alasan yang bisa jadi mendasari mereka untuk enggan ikut-ikutan menerapkan gaya hidup slow living.
