Optimisme sering dianggap sebagai kunci hidup bahagia di berbagai situasi. Dari media sosial sampai obrolan sehari-hari, kita akrab dengan ajakan untuk selalu berpikir positif. Sayangnya, tidak semua kondisi bisa diselesaikan hanya dengan sikap optimis. Tanpa sadar, optimisme yang berlebihan justru bisa berubah menjadi tekanan emosional.
Fenomena ini dikenal dengan istilah toxic positivity, yaitu kondisi ketika emosi negatif dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari. Padahal, merasa sedih, marah, atau kecewa adalah reaksi yang manusiawi. Memaksakan diri untuk selalu terlihat baik-baik saja malah menjauhkan kita dari realitas. Yuk simak lima alasan mengapa optimisme berlebihan perlu diwaspadai dan disikapi secara realistis.
