Mungkin kamu masih melirik orang lain untuk dijadikan standar kebahagiaan. Atau terpaku dengan ketentuan sosial. Jika tidak bisa mengikuti kebahagiaan sebagaimana yang ditetapkan mereka, langsung merasa terpuruk. Kamu merasa jadi orang menderita dan tidak berhak merasakan kebahagiaan sama sekali.
Padahal tidak ada standar khusus yang bisa dijadikan patokan kebahagiaan. Apalagi mengukurnya dari segi kebahagiaan yang dirasakan orang lain. Bagi kamu yang masih belum memahami tentang kebahagiaan, mari renungkan lima alasan berikut. Jangan sampai standar orang lain mengacaukan kebahagiaan yang seharusnya kamu rasakan.