ilustrasi meyakinkan diri bahwa layak dicintai (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Setiap orang memang memiliki sisi ingin dicintai, entah di lingkungan pekerjaan, pertemanan, maupun sosial lainnya. Namun, mendapatkan penolakan terasa menyakitkan, apalagi oleh orang-orang terdekat, hingga kamu selalu gak tenang dalam menjalani aktivitas harian.
Untuk itu, supaya kamu terbiasa dalam kondisi tenang, termasuk dalam peristiwa penolakan, cobalah tingkatkan keyakinan bahwa kamu memang pantas dicintai. Dengan begitu, ketenangan bisa kamu rasakan dengan tetap menerima penolakan secara lapang dada. Sehingga, tak akan menyimpan rasa marah kepada pihak yang menolakmu, karena kamu yakin tetap akan ada pihak lain yang bisa menerima dan mencintaimu.
Belajarlah membiasakan diri agar tetap tenang, saat menerima penolakan. Yakinlah, hanya awalnya saja yang terasa menyakitkan, setelah kamu bisa ikhlas menerima, apa pun jenis penolakannya, tak akan memengaruhi kondisi hati dan pikiran.
Tahukah kamu, apa yang sebenarnya membuat rasa sakit dari penolakan bisa menyiksa diri? Karena dirimu sendiri yang tak bisa menerimanya dengan keikhlasan. Penerimaan dan penolakan adalah hal yang biasa terjadi, maka tenangkan diri ketika kamu mendapatkan salah satunya.
Coba renungkan lagi, apakah selama kamu hidup, selalu ditolak dalam berbagai hal? Pastinya kamu pernah merasakan penerimaan, kan? Kecuali jika seumur hidupmu sampai detik ini, selalu saja ditolak, barulah boleh merasa tidak tenang, karena ada sesuatu dari dirimu yang perlu diperbaiki.
Namun, jika penolakan dan penerimaan berjalan seimbang, kamu seharusnya masih bisa tenang. Sekarang, tinggal berupaya lagi dari hasil belajarmu atas penolakan yang dulu terjadi, supaya kamu bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk membuka peluang bisa diterima.