Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
menulis
ilustrasi menulis jurnal (freepik.com/ lookstudio)

Kamu mungkin sering merasa kewalahan sama rutinitas yang padat setiap hari. Deadline datang terus, notifikasi gak berhenti, dan energi rasanya habis sebelum siang tiba. Di tengah ritme cepat itu, banyak orang berpikir me time harus berlangsung lama agar efeknya terasa, padahal waktu yang singkat pun bisa jadi ruang bernapas kalau diterapkan dengan cara yang tepat. Terkadang kamu cuma butuh jeda beberapa menit buat kembali merasa hidup dan terhubung dengan diri sendiri.

Me time gak selalu identik dengan liburan jauh atau waktu senggang berjam-jam tanpa gangguan. Bahkan dalam waktu 3–10 menit, kamu tetap bisa memberi otak kesempatan buat istirahat, tubuh buat release tensi, dan perasaan buat kembali stabil. Kuncinya bukan di lamanya durasi, tapi bagaimana kamu menggunakannya secara sadar. Dengan teknik yang tepat, kamu bisa recharge energi kecil-kecilan di sela kesibukan dan hasilnya tetap terasa buat mental maupun produktivitas.

Berikut lima cara yang sederhana dan cepat dilakukan, tapi tetap memberikan efek reset yang nyata. Kamu dapat menerapkannya kapan pun jadwal lagi padat atau ketika pikiran mulai berat. Dengan kebiasaan kecil dan konsisten, me time yang singkat bisa punya manfaat yang lebih besar dari yang kamu bayangkan.

1. Tarik napas dalam sambil menutup mata sebentar

ilustrasi tarik nafas (freepik.com/serhii_bobyk)

Terdengar sederhana, tapi teknik ini efektif buat menurunkan ketegangan yang gak kamu sadari. Saat kamu menutup mata dan menarik napas dalam selama beberapa hitungan, sistem saraf otonom mulai menurunkan stress response dan memicu rasa rileks yang muncul secara natural. Kamu bisa melakukannya di meja kerja, ruang kelas, bahkan saat menunggu antrean. Cukup beri tubuh jeda, dan rasakan bagaimana napas yang panjang memberi ruang baru di kepala.

Latihan napas juga membantu kamu buat kembali fokus. Ketika pikiran pecah ke banyak arah, oksigen yang terserap lebih baik membantu otak berpikir jernih. Perlahan kamu bisa merasa ringan dan lebih grounded, seolah ada beban yang dilepas dari pundakmu. Meski cuma satu-dua menit, efeknya bisa terasa kayak tombol refresh kecil dalam hari yang padat.

Supaya makin optimal, kamu bisa menambahkan afirmasi lembut saat menarik dan membuang napas. Misalnya saat menarik napas kamu membatin “aku tenang”, lalu saat mengembuskan napas kamu berkata dalam hati “aku kembali hadir”. Kalimat-kalimat pendek seperti itu bekerja sebagai jangkar yang menstabilkan pikiran tanpa usaha banyak. Kamu bisa ulangi beberapa kali dan rasakan perubahan mood yang pelan tapi nyata.

2. Matikan notifikasi selama 5 menit

ilustrasi batasi notifikasi (freepik.com/benzoix)

Notifikasi sering jadi pemicu stres yang kamu anggap sepele. Suara ting kecil dari aplikasi bisa bikin otak merasa perlu bereaksi setiap saat, padahal kadang kamu cuma butuh ketenangan sebentar. Dengan menonaktifkan notifikasi dalam lima menit saja, kamu memberi ruang mental yang bebas dari rangsangan dan memberi tubuh kesempatan untuk rileks. Rasanya seperti mematikan suara bising dalam kepala.

Lima menit ini bisa kamu gunakan buat mendengarkan keheningan, minum air, atau sekadar diam tanpa distraksi. Tanpa aliran impuls dari ponsel, kamu bisa lebih aware sama apa yang sedang kamu rasakan. Sering kali kamu baru sadar ternyata tubuh capek atau pikiran penuh hanya karena kamu berhenti sejenak dari respon otomatis terhadap layar.

Kalau kamu ingin langkah lanjutan, coba bikin ritual mini setiap kali menonaktifkan notifikasi. Misalnya sambil merenggangkan bahu, menata napas, atau berdiri dan stretching ringan. Kombinasi diam dan gerak kecil ini bisa jadi pause yang menyenangkan, seolah kamu memutus hubungan dengan dunia luar sebentar untuk mengembalikan energi dalam tubuh.

3. Dengarkan satu lagu favorit tanpa melakukan hal lain

ilustrasi mendengarkan musik (freepik.com/benzoix)

Musik punya efek instan dalam membangun mood, meningkatkan fokus, bahkan melepaskan hormon nyaman di otak. Mendengarkan satu lagu penuh tanpa multitasking bisa jadi bentuk me time cepat yang kualitasnya kuat. Kamu gak perlu playlist panjang, cukup satu lagu yang kamu suka dan biarkan tubuh mengikuti ritme tanpa tuntutan apa pun. Rasakan liriknya, ketuk ringan kaki atau kepala, dan izinkan dirimu hadir dalam momen itu.

Aktivitas sederhana ini membantu kamu keluar dari kepala yang penuh pikiran. Saat kamu fokus cuma pada musik, bagian otak yang biasanya sibuk memproses rencana dan kecemasan jadi lebih tenang. Lagu favorit bisa jadi jangkar emosional yang membawa kamu ke suasana lebih ringan. Terkadang satu lagu happy sudah cukup buat mengubah sisa harimu.

Supaya makin bermakna, kamu bisa memilih lagu berdasarkan kebutuhan emosimu saat itu. Lagu upbeat buat menambah semangat, melow buat release emosi, atau instrumental buat relaksasi. Kamu bebas eksplorasi sesuai mood. Hal kecil ini terlihat remeh, tapi bisa jadi ritual mini yang memberi warna di tengah hari yang terasa datar.

4. Pilih satu kegiatan kecil yang kamu suka dan lakukan 3 menit saja

ilustrasi minum teh (freepik.com/freepik)

Sering kali kamu menunda aktivitas yang menyenangkan karena merasa perlu waktu lama untuk menikmatinya. Padahal tiga menit sudah cukup buat membuat kamu merasa terhubung kembali dengan diri sendiri. Kamu bisa baca satu halaman buku, menyapu meja kerja, menggambar cepat, merapikan pot tanaman, atau membuat secangkir teh. Intinya, pilih kegiatan kecil yang bikin kamu merasa dari “harus” menuju “ingin”.

Waktu yang singkat tidak mengurangi kepuasan kalau kamu melakukannya dengan kesadaran penuh. Saat kamu fokus pada kegiatan kecil yang kamu pilih sendiri, otak merasa punya kontrol dan otonomi atas hidupmu. Rasa sederhana itu sering kali bikin hati jadi lebih ringan. Kamu seperti memberi hadiah kecil pada diri, dan hadiahnya bisa dinikmati tanpa persiapan panjang.

Kalau kamu ingin lebih konsisten, kamu bisa bikin daftar micro joys atau aktivitas singkat yang bikin kamu senang. Simpan di ponsel atau tempel di meja. Saat kamu butuh rehat cepat, kamu tinggal pilih satu. Cara ini bikin me time jadi lebih praktis, karena kamu gak perlu bingung harus melakukan apa begitu momen kosong muncul.

5. Tulis jurnal cepat tiga baris untuk melepas isi kepala

ilustrasi menulis jurnal (unsplash.com/Hannah Olinger)

Menumpahkan isi pikiran ke tulisan memberi efek seperti merapikan benang kusut dalam otak. Kamu gak perlu halaman penuh, cukup tiga baris yang jujur tentang apa yang kamu rasakan, apa yang kamu butuhkan, atau apa yang kamu syukuri hari itu. Jurnal singkat membantu kamu memvalidasi emosi tanpa menghakimi diri. Kamu memberi ruang untuk jujur dan terdengar oleh dirimu sendiri.

Teknik three line journaling bisa jadi release cepat buat beban mental kecil yang menumpuk di kepala. Saat semua terasa penuh, menuliskannya memberi jalan keluar agar pikiran lebih lega. Kamu bisa menulis di ponsel, kertas kecil, atau aplikasi catatan. Gak ada format baku, yang penting kamu mengekspresikan isi hati apa adanya.

Kalau kamu lakukan ini rutin, kamu bisa mulai melihat pola pikiran dan kebutuhan emosimu dari hari ke hari. Tiga baris yang kelihatannya sederhana bisa jadi pintu untuk lebih mengenal diri. Kamu belajar menerima hari baik maupun hari berat dengan cara yang lebih lembut dan mindful.

Dengan lima cara ini, me time singkat tetap bisa memberi efek yang nyata buat pikiran dan energi kamu. Durasi yang kecil bukan berarti manfaatnya kecil, selama kamu memberi perhatian penuh pada momen yang kamu jalani. Coba terapkan satu-dua dulu, dan biarkan tubuhmu merasakan ringannya jeda kecil dalam rutinitas yang cepat. Kamu mungkin bakal kaget melihat betapa efektifnya waktu sesingkat itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team