Di tengah ritme hidup yang makin cepat, banyak orang merasa lelah tanpa tahu pasti penyebabnya. Kadang marah, sedih, atau cemas datang bersamaan, tapi sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kondisi ini sering membuat emosi menumpuk dan akhirnya meledak di waktu yang tidak tepat. Padahal, mengenali apa yang kita rasakan adalah langkah awal menuju kedamaian diri.
Belakangan, emotional literacy semakin sering dibicarakan sebagai skill penting untuk kehidupan modern. Bukan cuma soal menahan emosi, tapi kemampuan memahami, menamai, dan mengekspresikannya dengan tepat. Inilah yang membuat emotional literacy relevan dengan kesehatan mental remaja hingga orang dewasa. Yuk, simak lima cara melatih emotional literacy agar self awareness dan ketenangan batin bisa tumbuh seiring waktu.
