Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Memaksimalkan Waktu Pagi saat Puasa, Jangan Lanjut Tidur Lagi
ilustrasi sahur (pexels.com/Gabby K)

Bulan puasa kerap membuat pola harian kita berubah total. Bangun lebih awal untuk sahur, lalu menahan lapar dan haus seharian sampai waktu berbuka tiba. Masalahnya, setelah sahur dan Subuh, banyak orang justru memilih kembali ke kasur. Memang menggoda, apalagi kalau semalam kurang tidur. Namun, sayang sekali rasanya kalau waktu pagi yang sebenarnya produktif malah terbuang percuma.

Padahal, pagi hari saat puasa bisa jadi momen paling “emas”. Tubuh masih cukup segar setelah sahur, pikiran relatif tenang, dan distraksi belum terlalu banyak. Kalau dimanfaatkan dengan baik, kamu bisa lebih produktif tanpa harus merasa kelelahan di siang hari. Nah, berikut beberapa cara memaksimalkan waktu pagi saat puasa yang bisa kamu coba.

1. Jangan langsung tidur setelah sahur

ilustrasi membaca buku di atas kasur (pexels.com/Monstera)

Kebiasaan rebahan setelah makan sahur memang umum, tapi kalau keterusan bisa bikin tubuh terasa makin lemas. Selain itu, tidur setelah makan juga kurang baik untuk pencernaan. Coba beri jeda minimal 30–60 menit sebelum tidur lagi, atau kalau memungkinkan, jangan tidur sama sekali.

Gunakan waktu setelah Subuh untuk aktivitas ringan, seperti membaca Alquran, journaling, atau sekadar merapikan rumah. Percayalah, energi pagi itu beda. Rasanya lebih ringan dibanding harus memulai semuanya dari nol di siang hari.

2. Buat to-do list singkat dan realistis

ilustrasi membuat to-do list (freepik.com/freepik)

Saat puasa, energi memang lebih terbatas dibanding hari biasa. Jadi, kuncinya bukan memaksakan banyak hal, tapi mengatur prioritas. Pagi hari adalah waktu terbaik untuk menyusun daftar tugas.

Buat to-do list yang simpel. Tulis 3–5 hal paling penting yang harus selesai hari itu. Dengan begitu, kamu punya arah yang jelas tanpa merasa kewalahan. Kalau ada tugas berat atau butuh fokus tinggi, kerjakan di pagi hari saat otak masih fresh.

3. Kerjakan tugas berat di awal hari

ilustrasi mengerjakan tugas (pexels.com/Ivan Samkov)

Entah itu pekerjaan kantor, menulis artikel, mengerjakan laporan, atau belajar, usahakan dilakukan di pagi hari. Pasalnya, di pagi hari, kadar gula darah masih relatif stabil dari sahur sehingga fokus lebih terjaga. Menunda pekerjaan berat sampai siang atau sore sering terasa dua kali lipat lebih melelahkan. Apalagi saat energi mulai turun dan rasa lapar serta haus makin menjadi-jadi. Jadi, manfaatkan waktu emas di pagi hari sebelum tubuh mulai protes.

4. Sisihkan waktu untuk ibadah lebih khusyuk

ilustrasi seorang Muslim sedang membaca Alquran (unsplash.com/Wizdan Zacky Fauzan)

Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga memperbaiki kualitas ibadah. Pagi hari setelah Subuh adalah waktu yang tenang untuk memperbanyak doa, dzikir, atau tilawah. Karena belum banyak distraksi, suasananya lebih mendukung untuk refleksi diri. Kamu bisa menetapkan target harian, misalnya berapa halaman Alquran yang ingin dibaca atau doa-doa yang ingin diamalkan. Sedikit tapi konsisten jauh lebih baik daripada banyak tapi cuma sesekali.

5. Lakukan aktivitas fisik ringan

ilustrasi laki-laki sedang melakukan peregangan (freepik.com/bristekjegor)

Puasa bukan alasan untuk mager total. Justru aktivitas ringan di pagi hari bisa membantu tubuh tetap bugar. Kamu bisa melakukan stretching, jalan santai di sekitar rumah, atau beberes ringan.

Gerakan kecil ini membantu melancarkan peredaran darah dan membuat tubuh jadi tidak kaku. Namun, ingat, jangan berlebihan. Hindari olahraga berat yang bisa membuatmu cepat haus dan kelelahan.

Pada akhirnya, memaksimalkan waktu pagi saat puasa bukan soal jadi super produktif atau memaksakan diri tetap sibuk. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak dan memanfaatkan momen ketika tubuh dan pikiran masih cukup stabil. Daripada pagi hanya habis untuk lanjut tidur dan bangun dengan rasa lemas, kenapa tidak coba ubah sedikit kebiasaan? Pelan-pelan saja. Mulai dari satu kebiasaan kecil, lalu konsisten. Siapa tahu, Ramadan kali ini justru jadi titik balik untuk rutinitas pagi yang lebih tertata dan bermakna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team