ilustrasi wanita yang memandang laptop dengan frustasi (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Sering kali orang mengalami panic buying setelah kehabisan tiket konser di web resmi. Makanya banyak orang langsung mencari penjual pihak ketiga di media sosial. Celah ini sering dimanfaatkan penipu untuk memperdaya banyak orang karena kewaspadaan sedang menurun—hanya fokus ingin mendapatkan tiket.
Kamu harus bisa mengendalikan diri agar tidak panic buying. Jangan juga terpengaruh oleh tekanan orang lain supaya kamu selalu waspada. Sesaat setelah tiket habis, biasanya banyak calo yang mematok harga tak masuk akal. Tapi belum tentu penjualan itu aman.
Sebaiknya santai saja jika ingin mencari tiket konser tersebut. Pantau informasi melalui media sosial secara berkala dan perhatikan tag WTS atau WTB dengan bijak—istilah yang sering dipakai untuk menjual dan ingin membeli. Barangkali ada seseorang yang batal menonton atau ada kelebihan tiket yang dijual secara jujur di hari tertentu.
Catatan lain yang bisa dijadikan pertimbangan adalah memperhatikan gelagat penjual. Kalau suatu waktu kamu menemukan orang yang sangat terburu-buru seperti tidak mau bernegosiasi dengan sistem DP, menghindari pembayaran lewat bank besar, menolak panggilan untuk menunjukan bukti tiket, tidak menerima ajakan bertemu langsung, atau buru-buru ingin mendapatkan pembayaran penuh; maka besar kemungkinan itu adalah penipuan.
Kalaupun kamu sudah deal dengan seorang penjual dan menerapkan sistem uang muka, pantau lagi akun media sosial mereka secara rutin. Jika ia masih menjual tiket, besar kemungkinan ini adalah penipuan. Itu kenapa negosiasi DP rendah sangat dianjurkan untuk mencegah kerugian besar.
Tentu saja jika ingin lebih aman dan terpercaya, kamu perlu membeli tiket melalui situs web resmi penyelenggara. Jika kehabisan, lebih baik beli dari seseorang yang berhalangan hadir tapi kamu kenal baik dengan mereka. Hindari penawaran tidak masuk akal sebagai pencegahan dan sabar dalam pencarian tiket tersebut.
Semoga kamu bisa mendapat tiket konser impian dengan aman, ya!