Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Mengatasi Financial Anxiety Akibat Harga Barang Naik
ilustrasi laki-laki mengalami financial burnout (freepik.com/freepik)
  • Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari memicu kecemasan finansial, membuat banyak orang merasa tertekan dan takut uang cepat habis di tengah kondisi ekonomi yang sulit diprediksi.
  • Lima langkah disarankan untuk meredakan financial anxiety, mulai dari berhenti membandingkan diri, mencatat pengeluaran, hingga membatasi konsumsi konten pemicu stres ekonomi.
  • Menjaga keseimbangan mental juga penting dengan tetap memberi ruang kecil untuk diri sendiri dan berbagi cerita pada orang terpercaya agar tidak merasa menghadapi tekanan ekonomi sendirian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Harga kebutuhan sehari-hari terasa makin cepat naik, sementara isi rekening sering terasa jalan di tempat. Tanpa sadar, kondisi ini bikin banyak orang jadi lebih gampang cemas setiap kali membuka aplikasi mobile banking atau melihat tagihan bulanan. Bahkan hal sederhana seperti belanja kebutuhan dapur bisa berubah jadi sumber stres yang menguras pikiran.

Sering kali, financial anxiety datang bukan karena kamu boros, melainkan karena tekanan ekonomi terasa makin sulit diprediksi. Kamu mungkin mulai takut uang habis lebih cepat, khawatir soal masa depan, atau merasa bersalah setiap kali membeli sesuatu untuk diri sendiri. Yuk, simak 5 cara mengatasi financial anxiety akibat inflasi ekonomi yang bisa membantu pikiranmu terasa sedikit lebih tenang.

1. Berhenti membandingkan kondisi finansial dengan orang lain

ilustrasi perempuan mengobrol (magnific.com/tirachardz)

Media sosial sering membuat hidup orang lain terlihat baik-baik saja, termasuk soal uang. Kamu mungkin melihat teman liburan, beli barang baru, atau makan di tempat mahal hampir setiap minggu. Tanpa sadar, hal itu bikin kamu merasa tertinggal dan makin cemas masalah uang.

Ini bukan berarti hidupmu gagal atau kurang usaha. Sering kali, apa yang terlihat di internet hanyalah potongan kecil yang sengaja diperlihatkan. Fokus kembali pada kondisi dan kemampuanmu sendiri bisa membantu pikiran terasa lebih stabil di tengah inflasi ekonomi.

2. Mulai mencatat pengeluaran tanpa menghakimi diri sendiri

ilustrasi perempuan mencatat pengeluaran harian (magnific.com/jcomp)

Saat harga barang naik, banyak orang justru takut melihat pengeluaran bulanan mereka. Padahal semakin dihindari, rasa cemas biasanya malah tumbuh lebih besar di kepala. Kamu mungkin terus overthinking karena merasa uang selalu habis tanpa tahu ke mana perginya.

Mencatat pengeluaran bukan berarti kamu harus hidup super ketat dan menahan semua keinginan. Bukan karena kamu buruk mengatur uang, melainkan karena otak butuh rasa kontrol agar tidak terus merasa panik. Ketika pengeluaran mulai terlihat lebih jelas, pikiran biasanya ikut terasa sedikit lebih ringan.

3. Kurangi konsumsi konten yang memicu kecemasan finansial

ilustrasi perempuan membuka media sosial (freepik.com/freepik)

Setiap hari ada berita soal PHK, harga naik, dan kondisi ekonomi yang terasa makin tidak pasti. Jika terus dikonsumsi tanpa jeda, informasi seperti itu bisa membuat tubuh berada dalam mode waspada sepanjang waktu. Tanpa sadar, kamu jadi lebih mudah takut bahkan sebelum sesuatu benar-benar terjadi.

Mungkin kamu merasa harus terus mengikuti semua berita agar tetap aman. Namun menjaga kesehatan mental juga sama pentingnya dengan menjaga kondisi finansial. Memberi batas pada konten yang terlalu memicu stres bisa menjadi salah satu cara mengatasi financial anxiety yang cukup membantu.

4. Tetap sisihkan uang untuk hal kecil yang membuatmu tenang

ilustrasi menyisihkan uang (magnific.com/freepik)

Ketika kondisi ekonomi terasa berat, banyak orang mulai merasa bersalah saat membeli kopi favorit atau menonton film. Padahal hidup yang terus dipenuhi tekanan tanpa jeda juga bisa melelahkan secara emosional. Kamu mungkin jadi merasa hidup hanya tentang bertahan dari tagihan berikutnya.

Ini bukan berarti kamu harus konsumtif atau mengabaikan kebutuhan utama. Namun memberi ruang kecil untuk diri sendiri bisa membantu mental tetap stabil di tengah tekanan sehari-hari. Kadang, rasa tenang juga termasuk kebutuhan yang penting dijaga.

5. Ceritakan kecemasanmu pada orang yang kamu percaya

ilustrasi perempuan mengobrol dengan ibu (freepik.com/teksomolika)

Cemas masalah uang sering terasa memalukan untuk dibicarakan. Banyak orang takut dianggap gagal hanya karena sedang kesulitan finansial atau merasa tidak aman soal masa depan. Akibatnya, semua kekhawatiran dipendam sendirian sampai terasa makin berat.

Padahal sering kali, orang lain juga punya ketakutan yang mirip denganmu. Berbagi cerita bisa membantu pikiran terasa lebih lega karena kamu sadar tidak sedang menghadapi semuanya sendirian. Dukungan emosional kecil kadang sangat membantu saat hidup terasa penuh tekanan ekonomi.

Menghadapi inflasi ekonomi memang bisa membuat pikiran cepat lelah dan hati terasa penuh kekhawatiran. Namun mengatasi financial anxiety bukan soal selalu punya uang banyak, melainkan tentang memberi ruang agar diri sendiri tetap merasa aman dan tenang. Pelan-pelan, kamu bisa belajar menjalani keadaan tanpa terus dihantui rasa takut setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team