Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Mengatur Ulang Siklus Tidur yang Berantakan Pasca Libur Panjang
ilustrasi perempuan tidur (freepik.com/diana.grytsku)
  • Setelah libur panjang, banyak orang mengalami gangguan ritme tidur karena kebiasaan tidur larut dan bangun siang yang membuat tubuh sulit kembali ke pola normal.
  • Penyesuaian bisa dilakukan dengan tidur lebih awal secara bertahap, bangun di jam yang sama tiap pagi, serta mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur.
  • Cahaya pagi dan rutinitas malam yang menenangkan membantu tubuh mengenali waktu istirahat, sehingga siklus tidur perlahan kembali stabil dan energi harian meningkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Libur panjang sering terasa seperti hadiah kecil dari rutinitas yang padat. Kamu bisa tidur lebih larut, bangun siang, dan menikmati waktu tanpa alarm. Awalnya terasa menyenangkan, tapi tanpa sadar pola tidur jadi ikut berubah. Setelah liburan selesai, tubuh malah terasa susah kembali ke ritme semula.

Banyak orang mengalami siklus tidur yang berantakan setelah libur panjang. Mata masih segar tengah malam, tapi pagi hari terasa berat sekali. Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa membuat hari terasa mandek dan energi cepat habis. Berikut lima cara sederhana untuk mengatur ulang siklus tidur yang berantakan pasca libur panjang.

1. Mulai tidur sedikit lebih awal setiap malam

ilustrasi perempuan tertidur (pexels.com/cottonbro studio)

Tubuh biasanya tidak bisa langsung kembali ke jadwal lama dalam satu malam. Kalau kamu biasa tidur pukul dua saat liburan, memaksa tidur pukul sepuluh justru membuat kamu gelisah. Pikiran tetap aktif, dan akhirnya kamu malah menatap langit-langit kamar. Situasi ini sering membuat frustrasi.

Cobalah menggeser jam tidur secara perlahan. Tidur 20 atau 30 menit lebih awal setiap malam sudah cukup membantu. Cara ini memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan ritme baru. Dalam beberapa hari, siklus tidur biasanya mulai terasa lebih stabil.

2. Biasakan bangun di jam yang sama

ilustrasi perempuan bangun tidur (freepik.com/freepik)

Saat liburan, bangun siang terasa seperti kemewahan kecil yang sulit ditolak. Tapi kebiasaan ini sering membuat jam biologis tubuh ikut berubah. Akibatnya, pagi terasa berat dan kepala masih terasa lambat bekerja. Rutinitas pun terasa stagnan sejak awal hari.

Mulailah membiasakan bangun di jam yang sama setiap pagi. Walau terasa berat di awal, tubuh perlahan akan menyesuaikan diri. Alarm mungkin masih terasa menyebalkan beberapa hari pertama. Namun konsistensi ini membantu ritme tubuh kembali stabil.

3. Kurangi layar ponsel sebelum tidur

ilustrasi perempuan membaca (freepik.com/stockking)

Tanpa sadar, banyak orang menghabiskan waktu malam dengan scrolling ponsel. Kamu mungkin hanya berniat sebentar, tapi akhirnya terjebak dalam timeline tanpa batas. Cahaya layar membuat otak merasa masih siang. Inilah yang sering membuat kantuk datang lebih lambat.

Cobalah berhenti menggunakan ponsel sekitar tiga puluh menit sebelum tidur. Gunakan waktu itu untuk aktivitas yang lebih tenang. Membaca buku ringan atau mendengarkan musik pelan bisa membantu tubuh rileks. Kebiasaan kecil ini membuat tidur terasa lebih mudah.

4. Biarkan tubuh mendapat cahaya pagi

ilustrasi laki-laki menikmati suasana (freepik.com/Kireyonok_Yuliya)

Cahaya pagi punya peran penting dalam mengatur ritme tubuh. Saat kamu terkena sinar matahari, otak mendapat sinyal bahwa hari sudah dimulai. Hal sederhana ini membantu tubuh memahami kapan harus aktif. Tanpa paparan cahaya, tubuh sering tetap terasa mengantuk.

Cobalah membuka jendela atau berjalan sebentar di pagi hari. Tidak perlu lama, beberapa menit saja sudah cukup membantu. Udara pagi juga membuat pikiran terasa lebih segar. Dari sini energi biasanya mulai kembali.

5. Bangun rutinitas malam yang menenangkan

ilustrasi perempuan menyiapkan mandi air hangat (freepik.com/freepik)

Tubuh sebenarnya menyukai kebiasaan yang berulang. Jika setiap malam kamu melakukan aktivitas yang sama, tubuh akan mengenali sinyal waktu istirahat. Rutinitas ini membantu pikiran perlahan melambat. Tanpa ritual kecil seperti ini, tidur sering terasa sulit.

Kamu bisa membuat rutinitas sederhana sebelum tidur. Misalnya mandi air hangat atau menulis jurnal singkat. Aktivitas ini memberi sinyal bahwa hari sudah selesai. Perlahan tubuh akan kembali mengenali ritme istirahatnya.

Mengatur ulang siklus tidur yang berantakan memang butuh sedikit kesabaran. Tidak semua perubahan terasa langsung dalam satu atau dua hari. Kadang tubuh masih mencoba menyesuaikan diri dengan ritme baru. Yuk beri waktu bagi tubuhmu untuk kembali menemukan keseimbangannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team