Pernah berniat buka media sosial cuma lima menit, tapi tahu-tahu satu jam lewat begitu saja. Kamu awalnya cuma ingin cek notifikasi, lalu jempol terus bergerak tanpa arah. Isinya berita buruk, drama orang lain, sampai komentar yang bikin emosi naik turun. Inilah yang sering disebut doom scrolling, kebiasaan kecil yang diam-diam menguras energi mental.
Bahaya doom scrolling sering tidak terasa di awal, tapi efeknya pelan-pelan menumpuk. Mood jadi mudah turun, fokus buyar, dan kepala terasa penuh tanpa tahu sebabnya. Padahal media sosial seharusnya bisa jadi ruang hiburan dan inspirasi, bukan sumber stres baru. Yuk simak lima cara sederhana untuk mengubah doom scrolling menjadi joy scrolling yang lebih sehat.
