ilustrasi wanita duduk (pexels.com/ SHVETS production )
Seseorang dapat dinilai bahagia ketika dia mampu mensyukuri apa yang ada di depannya saat ini. Baik kenikmatan yang bernilai kecil maupun besar, orang bersyukur akan tetap menikmati anugerah yang telah diberikan. Berbeda dengan seorang backstabber.
Orang seperti ini sangat sulit menemukan kebahagiaannya. Jika diamati, seorang backstabber lebih banyak mengeluh dan murung. Sebab ia selalu ingkar pada kenikmatan- kenikmatan yang ada. Dan, malah berusaha mencari kenikmatan orang lain yang mana hal tersebut belum tentu terbaik untuk dirinya sendiri.
Ciri-ciri seorang backstabber di atas hanyalah segelintir di antaranya. Mereka juga kerap manipulatif terharap orang lain, jadi kamu harus hati-hati, ya. Agar, energi positifmu tidak terhisap dan kamu malah lelah secara mental.