Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kesalahan Saat Menghadapi Jet Lag setelah Lebaran
ilustrasi merasa kelelahan (pexels.com/Arina Krasnikova)
  • Setelah Lebaran, banyak orang mengalami jet lag lokal akibat perubahan pola tidur, makan, dan aktivitas yang membuat tubuh butuh waktu untuk kembali beradaptasi.
  • Lima kesalahan umum memperparah kondisi ini: memaksakan produktivitas penuh, mengabaikan pola tidur, terlalu bergantung pada kafein, tidak menjaga pola makan, serta kurang aktivitas fisik.
  • Kebiasaan tersebut membuat energi menurun dan adaptasi makin lama, sehingga penting menyesuaikan ritme tubuh secara bertahap agar produktivitas bisa pulih optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah momen Lebaran dan arus balik, banyak orang merasa tubuhnya belum kembali ke setelan awal. Pola tidur berubah, jam makan berantakan, dan aktivitas harian jadi terasa lebih berat. Kondisi ini sering disebut sebagai jet lag lokal, yang bikin tubuh dan pikiran butuh waktu untuk beradaptasi lagi.

Sayangnya, tanpa disadari ada beberapa kebiasaan yang justru memperparah kondisi ini. Bukannya cepat pulih, produktivitas malah makin menurun. Berikut 5 kesalahan yang sering terjadi saat menghadapi jet lag lebaran.

1. Memaksakan langsung produktif 100%

ilustrasi orang bekerja (pexels.com/Gustavo Fring)

Banyak dari kita merasa harus langsung gaspol begitu kembali ke rutinitas kerja atau sekolah. Padahal, tubuh belum sepenuhnya pulih dari kelelahan perjalanan dan perubahan pola tidur. Memaksakan diri untuk langsung produktif justru bisa membuat tubuh makin drop.

Fokus justru mudah buyar, pekerjaan terasa lebih berat, dan hasilnya pun tidak maksimal. Ini seperti memaksa mesin dingin untuk langsung berlari kencang. Alih-alih produktif, kita justru tertekan dengan fase adaptasi yang terlalu memaksa.

2. Mengabaikan pola tidur yang berantakan

ilustrasi merasa lelah (pexels.com/Pixabay)

Mungkin kita pernah merasa kebingungan beradaptasi setelah libur lebaran. Salah satu penyebab utama jet lag lokal adalah perubahan jam tidur selama mudik atau libur lebaran. Ada yang jadi sering begadang, tidur terlalu larut, atau bangun siang.

Kesalahan yang sering terjadi adalah membiarkan pola ini berlanjut setelah kembali ke rutinitas. Akibatnya, tubuh kesulitan menyesuaikan diri dengan jadwal harian yang seharusnya. Kalau dibiarkan, kita akan terus merasa ngantuk di siang hari dan justru sulit tidur di malam hari.

3. Terlalu bergantung pada kafein

ilustrasi memegang kopi (pexels.com/Alexander Wark Feenay)

Ngantuk saat beraktivitas sering diatasi dengan minum kopi atau minuman berkafein. Memang, ini bisa membantu meningkatkan energi dalam waktu singkat. Tapi kalau berlebihan, justru jadi masalah. Kafein yang dikonsumsi terlalu sering bisa mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Akibatnya, siklus jet lag jadi makin panjang dan sulit diperbaiki. Lebih baik gunakan kafein secara bijak. Cukup satu atau dua kali dalam sehari, dan hindari konsumsi di sore atau malam hari. Alternatif lain, bisa coba peregangan ringan atau jalan kaki singkat untuk mengusir rasa kantuk.

4. Tidak menjaga pola makan

ilustrasi makan junk food (pexels.com/Tim Samuel)

Selama Lebaran, pola makan biasanya berubah drastis. Mulai dari jadwal yang tidak teratur hingga konsumsi makanan tinggi lemak dan gula. Setelah liburan selesai, banyak orang tetap mempertahankan kebiasaan ini.

Padahal, pola makan yang tidak seimbang bisa membuat tubuh terasa lemas dan sulit fokus. Energi jadi cepat naik turun, yang akhirnya berdampak pada produktivitas. Alih-alih memperoleh kinerja maksimal, justru keseimbangan hidup yang terganggu.

5. Mengabaikannya pentingnya aktivitas fisik

ilustrasi bermalasan (pexels.com/Aleks Michajlowicz)

Setelah perjalanan panjang dan liburan yang melelahkan, rasa malas untuk bergerak sering muncul. Banyak orang memilih untuk terus bermalas-malasan dengan alasan masih lelah. Padahal, kurang gerak justru membuat tubuh semakin lesu. Energi untuk segera beraktivitas dan menyelesaikan pekerjaan justru terasa stagnan.

Ini yang bikin merasa berat untuk memulai aktivitas. Cobalah mulai dengan aktivitas ringan seperti stretching, jalan santai, atau olahraga singkat di rumah. Aktivitas fisik bisa membantu tubuh lebih cepat beradaptasi dan meningkatkan energi secara alami.

Jet lag setelah lebaran merupakan kondisi normal yang dihadapi oleh banyak orang. Tapi bukan berarti menormalisasikan situasi ini. Kesalahan-kesalahan kecil seperti memaksakan diri, mengabaikan pola tidur, atau terlalu bergantung pada kafein justru bisa memperpanjang masa adaptasi. Produktivitas semakin turun dari waktu ke waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team