Memendam perasaan bukanlah hal yang mudah dilakukan, apalagi ketika emosi tersebut berhubungan dengan kekecewaan, kesedihan, atau rasa tidak nyaman terhadap orang lain. Beberapa tipe kepribadian cenderung menahan diri untuk mengekspresikan perasaan mereka, baik karena sifat introvert, perfeksionis, atau karena ingin menjaga keharmonisan di sekitar mereka. Kebiasaan ini terkadang membuat mereka terlihat tenang, padahal di dalam, perasaan yang terpendam menumpuk dan bisa memengaruhi kesehatan mental.
Memahami tipe MBTI yang cenderung memendam perasaan bisa membantu kita lebih memahami diri sendiri maupun orang lain. Mengetahui karakteristik ini memungkinkan kita memberi ruang bagi emosi untuk diproses secara sehat, sehingga hubungan personal maupun profesional bisa lebih harmonis. Berikut lima tipe MBTI yang paling sering memendam perasaan terlalu lama.
