Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perempuan menikmati kopi
ilustrasi perempuan menikmati kopi (freepik.com/rawpixel.com)

Intinya sih...

  • Ethiopia memiliki ritual minum kopi yang panjang dan penuh makna, menekankan kebersamaan dan keakraban dalam upacara Buna.

  • Italia menghadirkan gaya hidup praktis namun tetap menghargai kualitas dengan minum espresso secara cepat dan berdiri di bar.

  • Turki menggunakan kopi sebagai simbol cerita, dengan tradisi membaca peruntungan dari ampas kopi dan minum sambil berbincang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buat banyak orang, kopi bukan sekadar minuman pengusir kantuk, tapi juga bagian dari rutinitas hidup sehari-hari. Dari kopi pagi sebelum kerja sampai obrolan santai sore hari, kebiasaan ngopi sering kali jadi momen kecil yang terasa personal. Menariknya, cara menikmati kopi bisa sangat berbeda di tiap negara, tergantung sejarah, budaya, dan gaya hidup masyarakatnya.

Di berbagai belahan dunia, secangkir kopi punya cerita panjang yang membentuk tradisi unik. Ada yang menjadikannya ritual sosial, ada pula yang menganggap kopi sebagai teman setia dalam kesibukan harian. Dari Afrika hingga Eropa Utara, kebiasaan minum kopi mencerminkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, sampai cara sebuah bangsa memaknai waktu. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut lima negara dengan budaya ngopi paling unik di dunia yang bikin kopi terasa lebih dari sekadar minuman.

1. Ethiopia, tempat kopi lahir dan dirayakan

ilustrasi Ethiopian Bunna ceremony (unsplash.com/Zeynep Sümer)

Kalau bicara soal asal-usul kopi, Ethiopia selalu jadi titik awalnya. Di negara ini, kopi bukan hanya hasil bumi, tapi bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Masyarakat Ethiopia mengenal coffee ceremony atau upacara Buna, sebuah ritual minum kopi yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan kebersamaan. Prosesnya panjang, dari menyangrai biji kopi hingga menyeduhnya langsung di depan tamu.

Upacara ini biasanya dilakukan bersama keluarga atau tetangga sebagai simbol penghormatan dan keakraban. Tiga cangkir kopi yang disajikan punya makna tersendiri, bukan sekadar soal rasa. Buat kamu yang terbiasa minum kopi sambil multitasking, tradisi Ethiopia ini terasa seperti pengingat untuk benar-benar hadir dan menikmati momen.

2. Italia dan seni minum kopi dengan cepat

ilustrasi perempuan menikmati kopi (freepik.com/senivpetro)

Italia mungkin bukan penghasil kopi, tapi pengaruhnya terhadap budaya kopi dunia sangat besar. Di sini, kopi identik dengan espresso yang diminum cepat sambil berdiri di bar. Kebiasaan ini mencerminkan gaya hidup orang Italia yang praktis tapi tetap menghargai kualitas. Minum kopi bukan acara lama, melainkan jeda singkat di tengah rutinitas.

Menariknya, ada etika tak tertulis soal kopi di Italia. Cappuccino biasanya diminum pagi hari, sementara espresso jadi pilihan sepanjang hari. Kebiasaan ini bukan sekadar aturan, tapi bagian dari ritme sosial. Buat kamu yang suka ngopi buru-buru sebelum kerja, gaya Italia mungkin terasa paling dekat.

3. Turki dan kopi sebagai simbol cerita

ilustrasi kopi Turki (freepik.com/ededchechine)

Budaya kopi Turki bahkan diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Kopi diseduh perlahan menggunakan cezve dan disajikan tanpa disaring, membuat ampasnya tertinggal di dasar cangkir. Rasanya kuat, pekat, dan biasanya dinikmati sambil berbincang. Di sini, minum kopi adalah alasan untuk duduk dan berbagi cerita.

Uniknya, sisa ampas kopi sering digunakan untuk membaca peruntungan atau tasseography. Tradisi ini menunjukkan bahwa kopi bukan hanya minuman, tapi juga bagian dari kepercayaan dan interaksi sosial. Dari satu cangkir kopi, obrolan bisa mengalir panjang dan bermakna.

4. Vietnam dengan kreativitas rasa yang khas

ilustrasi menikmati kopi di Vietnam (unsplash.com/JM Eserjose)

Budaya minum kopi di Vietnam berkembang dari sejarah kolonial, tapi kemudian menemukan jati dirinya sendiri. Kopi diseduh menggunakan alat phin yang bekerja perlahan, menghasilkan rasa yang kuat. Salah satu yang paling populer adalah kopi susu kental manis dingin, yang cocok dengan iklim tropis. Rasanya manis, pahit, dan segar sekaligus.

Selain itu, Vietnam juga terkenal dengan kopi telur yang bertekstur creamy. Minum kopi di sini sering dilakukan santai di pinggir jalan, sambil mengamati lalu lintas kota. Buat kamu yang suka menikmati kopi tanpa terburu-buru, budaya minum kopi Vietnam terasa sangat membumi.

5. Finlandia dan kopi sebagai teman sehari-hari

ilustrasi menikmati kopi bersama teman (freepik.com/freepik)

Finlandia dikenal sebagai negara dengan konsumsi kopi tertinggi per kapita di dunia. Kopi di sini biasanya berupa filter coffee yang ringan dan diminum berkali-kali dalam sehari. Bukan soal kafein, tapi kebiasaan sosial yang melekat kuat. Waktu istirahat minum kopi, atau kahvitauko, bahkan dianggap bagian penting dari keseharian.

Menawarkan kopi pada tamu adalah bentuk keramahan yang hampir wajib. Di tengah cuaca dingin dan hari yang panjang, kopi jadi teman setia untuk menghangatkan suasana. Dari sini terlihat bahwa kopi bisa jadi simbol keakraban yang sederhana tapi bermakna.

Menjelajahi dunia lewat budaya kopi membuat kita sadar bahwa setiap cangkir punya cerita. Dari ritual sakral hingga kebiasaan santai, kopi mencerminkan cara manusia menghargai waktu dan kebersamaan. Jadi, budaya minum kopi mana yang paling bikin kamu penasaran? Yuk, nikmati kopi bukan cuma dari rasanya, tapi juga dari kisah di baliknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team