Ada fase dalam hidup ketika kamu merasa lelah, kecewa, bahkan hampir menyerah, tapi entah bagaimana tetap bisa bangun keesokan harinya. Bukan karena semua masalah selesai, melainkan karena kamu belajar bertahan meski hati belum sepenuhnya pulih. Banyak orang tidak sadar bahwa kemampuan bertahan ini adalah bentuk kekuatan. Di sanalah resiliensi mental diam-diam bekerja.
Sering kali kita terlalu fokus pada luka, sampai lupa mengakui sejauh apa diri ini sudah melangkah. Padahal, bangkit dari masalah tidak selalu berarti tampil kuat setiap saat. Terkadang, bertahan sambil tertatih pun sudah luar biasa. Yuk simak tanda-tanda bahwa kamu sebenarnya sudah punya mental resilience yang kuat.
