Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tanda Wajah Perlu Dieksfoliasi, Jadi Lebih Sehat dan Bersinar
Ilustrasi bercermin (pexels.com/Johannes Plenio)

Kulit wajah yang sehat dan bercahaya adalah dambaan setiap orang, termasuk dirimu juga, kan? Salah satu langkah penting dalam menjaga kulit wajah, agar tetap sehat adalah dengan rutin melakukan eksfoliasi. Proses eksfoliasi membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan menjaga pori-pori tetap bersih, sehingga kulit bisa bernapas dengan baik.

Akan tetapi, masih banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana caranya mengetahui waktu yang tepat saat wajah membutuhkan eksfoliasi? Nah, biar gak bingung lagi, simak lima tanda yang menunjukkan bahwa wajahmu perlu dieksfoliasi. Catat baik-baik, ya!

1. Wajah terlihat kusam dan gak bercahaya

ilustrasi penggunaan eksfoliasi (pexels.com/Miriam Alonso)

Salah satu tanda paling jelas bahwa kulit wajahmu membutuhkan eksfoliasi adalah ketika kulit terlihat kusam dan kehilangan kilau alaminya. Ketika sel-sel kulit mati menumpuk di permukaan, kulit akan terlihat kusam dan gak bercahaya.

Hal itu pasti bisa kamu deteksi dengan mudah. Melakukan eksfoliasi bisa menghilangkan lapisan sel-sel kulit mati tersebut. Jadi, mampu mengungkapkan kulit yang lebih cerah dan bercahaya di bawahnya.

2. Penyumbatan pori-pori

ilustrasi wajah berpori pori (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Jika kamu sering mengalami masalah dengan pori-pori yang tersumbat dan munculnya komedo atau jerawat, itu bisa menjadi tanda bahwa kulitmu perlu dieksfoliasi. Sel-sel kulit mati yang menumpuk di pori-pori bisa menyebabkan penyumbatan yang pada akhirnya memicu timbulnya jerawat dan komedo.

Dengan eksfoliasi yang tepat, kamu dapat membersihkan pori-pori secara mendalam. Jadi, kamu bisa mencegah terbentuknya komedo yang mengganggu.

3. Permukaan kulit terasa kasar dan gak halus

ilustrasi wajah (pexels.com/Ivan Samkov)

Jika saat menyentuh kulit wajah, kamu merasa bahwa permukaannya kasar dan gak halus, itu jelas sekali menunjukkan jika kulitmu perlu eksfoliasi. Lapisan sel-sel kulit mati yang menumpuk bisa membuat kulit terasa kasar dan gak terjaga kelembapannya. Alhasil, kamu pun jadi merasa gak nyaman saat menyentuhnya.

Dengan melakukan eksfoliasi secara teratur, kamu jadi menghaluskan permukaan kulit dan meningkatkan teksturnya. Alhasil, kulit halus dan mulus pun bisa didapat.

4. Warna kulit yang gak merata

identifikasi kulit (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jika melihat ada perbedaan warna di kulit wajah, seperti bercak-bercak gelap atau hyperpigmentation, itu bisa menjadi tanda bahwa kulit sudah sangat perlu untuk dieksfoliasi.

Eksfoliasi bisa membantu sekali dalam mengurangi tampilan bercak-bercak gelap. Eksfoliasi akan bekerja dengan mengangkat sel-sel kulit mati yang mungkin mengandung pigmen berlebih. Alhasil, kulitmu akan terlihat lebih cerah merata.

5. Penyerapan produk perawatan kulit yang buruk

Ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/cottonbro studio)

Jika kamu merasa bahwa produk perawatan kulit yang digunakan gak terserap dan gak bekerja dengan baik di kulit, itu bisa menjadi indikasi bahwa kulitmu sudah waktunya untuk dieksfoliasi.

Ketika sel-sel kulit mati menumpuk di permukaan kulit, mereka bisa sangat menghalangi produk skincare lain agar gak meresap dan bekerja secara efektif. Dengan eksfoliasi, kamu bisa menghilangkan lapisan sel-sel kulit mati tersebut dan memungkinkan produk perawatan kulit menyerap dengan lebih baik. Alhasil dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal bagi kulitmu.

Eksfoliasi adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit yang gak boleh dilewatkan. Namun, tetap penting untuk diingat bahwa eksfoliasi perlu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan jenis kulitmu. Jangan berlebihan dalam melakukan eksfoliasi agar gak merusak lapisan pelindung kulit yang penting, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorDesria